Ini Bahayanya Jika Anak Terlambat Bicara Tak Segera Diatasi – Pusat Penjualan Brainking Plus Indonesia

Ini Bahayanya Jika Anak Terlambat Bicara Tak Segera Diatasi

Setiap orang tua pasti mengalami suka dan duka dalam membesarkan si buah hati. Di samping kebahagiaan yang ada, selalu ada pula tantangan, cobaan, bahkan hal-hal mengkhawatirkan yang harus dilalui.

 

Misalnya saat anak terlambat bicara. Mungkin bagi beberapa orang tua, hal ini dianggap sebagai masalah sepele yang tak perlu dikhawatirkan. Tapi nyatanya, anak terlambat bicara sering kali menjadi masalah serius akibat kurangnya kewaspadaan orang tua.

“Ah, umurnya masih 2 tahun. Mungkin masih memang belum waktunya bicara”. Ucap mamah dengan tenang.

 

“Masih usia 3 tahun ini, nanti juga bisa bicara dengan sendirinya”. *Masih tenang.

 

“Sudah usia 4 tahun, kok masih belum bisa bicara juga ya?” *Mulai khawatir.

 

“Duh, sudah 5 tahun belum juga bisa bicara, ada masalah apa ya?” *Akhirnya panik.

Terlambat menangani keterlambatan bicara pada anak adalah tindakan yang berbahaya. Kondisinya dapat semakin buruk tanpa kita sadari. Bahkan penanganannya pun bisa semakin sulit jika tak segera diatasi.

Dampak Jangka Panjang Jika Anak Terlambat Bicara

Anak terlambat bicara juga menimbulkan dampak buruk bagi masa depan si buah hati. Bukan sebatas masalah apa yang timbul saat ini, melainkan dampak jangka panjang akibat keterlambatan bicara yang ia alami.

 

Ada beberapa bahaya yang timbul jika anak terlambat bicara, dan hal itu sangat berpengaruh bagi masa depannya. Apa saja bahayanya? Simak pembahasannya berikut ini.

#1. Keterlambatan Bicara Bisa Menjadi Indikator Adanya Gangguan Serius

Salah satu alasan mengapa keterlambatan bicara pada anak tak boleh disepelekan adalah karena bisa jadi hal itu merupakan tanda adanya gangguan serius yang dialami si buah hati.

 

Pada banyak kasus, keterlambatan bicara pada anak ternyata menjadi indikasi adanya permasalahan yang lebih serius, di antaranya seperti menderita autisme, ADHD, malfungsi sistem syaraf, gangguan kecerdasan, gangguan pendengaran, dsb.

#2. Anak Beresiko Mengalami Kesulitan Belajar

Manusia tak pernah bisa lepas dari mempelajari hal-hal baru. Kesulitan dalam belajar tentu akan sangat mempengaruhi masa depannya.

 

Hal itulah yang terjadi pada anak-anak terlambat bicara. Akibat gangguan yang dialaminya, kebanyakan dari mereka akan mengalami kesulitan dalam belajar dan memahami sesuatu, terlebih lagi saat memasuki usia sekolah hingga dewasa nanti.

#3. Tingkat Kecemasan Anak Tinggi

Selain mengalami kesulitan dalam belajar, anak terlambat bicara juga beresiko mengalami kesulitan dalam bersosial. Menginjak usia dewasa, mereka mungkin akan merasa cemas, khawatir, atau ketakutan saat berinteraksi dengan orang lain.

 

Kecemasan dalam bersosialisasi tentu akan sangat mengganggu kehidupannya. Hal itu akan mempersulitnya dalam melakukan berbagai aktifitas yang kelak harus mereka hadapi.

#4. Anak Cenderung Tidak Suka Berteman

Seperti yang sudah disinggung pada poin sebelumnya, anak terlambat bicara sering kali mengalami masalah dalam bersosial.

 

Hal itu menyebabkan anak lebih memilih untuk menyendiri ketimbang berinteraksi dengan orang lain, menjalin persahabatan, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan sebagainya.

#5. Gangguan Bahasa Bisa Menetap

Tidak sedikit anak-anak terlambat bicara yang masih memiliki gangguan komunikasi setelah memasuki usia remaja.

 

Hal ini dibuktikan dalam sebuah riset yang mengungkapkan bahwa sebanyak 72 persen anak terlambat bicara yang diidentifikasi saat usia 5 tahun, ternyata masih memiliki gangguan dalam berkomunikasi dan berbahasa saat mereka menginjak usia 12 tahun.

Penanganan Anak Terlambat Bicara

Penyebab anak terlambat bicara sangat beragam, namun kesalahan dalam penanganannya justru malah beresiko memperburuk keadaan.

 

Pernahkah kita melihat, betapa banyaknya anak terlambat bicara yang setelah melakukan terapi atau treatment lainnya, namun tetap tak mengalami perkembangan?

 

Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

 

Faktanya, ternyata ada satu hal yang sering kali luput dari perhatian orang tua. Yakni mencukupi kebutuhan nutrisi bagi otak dan syaraf si buah hati.

 

Ibarat sebuah mesin yang membutuhkan bahan bakar agar dapat bekerja sebagai mana mestinya. Otak anakpun demikian. Jika nutrisi otaknya tak terpenuhi, akan sulit bagi anak untuk berkembang secara optimal.

 

Cobalah untuk mencukupi kebutuhan nutrisi otaknya. Apalagi jika sebelumnya sudah terbukti tak mengalami perkembangan usai menjalani terapi.