• 081387688563
  • 081387688563

adhd

Hati siapa yang tidak akan pilu mengetahui anaknya tercinta mengalami kelainan otak ? Bagai dicabik-cabik… seperti itulah perasaan yang dialami oleh Dr. Irfan Buchari ketika mengetahui anaknya mengalami ADHD. Sebagai seseorang yang selalu berkecimpung di dunia medis, tentu saja Dr. Irfan mengetahui obat-obatan seperti apa yang harus diminum anaknya hingga akhir hayat: obat-obatan penenang ! Anda tentu bisa membayangkan, apa yang akan terjadi bila Chandra, sang anak harus terus-menerus diberi obat penenang. Terbayang masa-masa sulit yang tentu akan dilalui hingga akhir hayatnya.

Untunglah kondisi ini tidak menyebabkan Dr. Irfan terlarut dalam kesedihan. naluri seorang ayah memaksanya untuk mencari jalan keluar. ANAK SAYA HARUS SEMBUH !!! Itulah kata-kata yang selalu terngiang di kepalanya.

Berbekal ilmu yang dimilikinya, Dr. Irfan kemudian melakukan riset dan percobaan untuk mendapatkan obat bagi puteranya tercinta. Berbagai bahan, baik dari dalam dan luar negeri, dikumpulkan dan diteliti kandungan dan manfaatnya. Alhamdulillah, kerja keras beliau yang dibarengi dengan shalat malam yang tidak putus itupun dijawab oleh Allah SWT.

Formula pertama yang dibuat masihlah sederhana, terdiri dari 3 jenis bahan pilihan yang bisa didapatkan di Indonesia: pegagan, mengkudu, dan lidah buaya. Namun demikian, tidak mudah membuat ketiga bahan dasar ini sinergi, karena sifatnya yang saling bertolak belakang. “Ibaratnya, ini jantan dengan jantan, ga mau nyatu”, tutur beliau. Beruntunglah, latar belakang beliau sebagai ahli farmakologi membantunya menemukan cara yang tepat agar ketiga bahan ini bisa bersinergi.

Dr. Irfan Buchori dan anaknya, Chandra
Dr. Irfan Buchori dan anaknya, Chandra

“Setelah formula itu dibuat, maka tibalah saatnya untuk diuji coba. Tapi siapa yang mau?”, kenang Dr. Irfan. “Gila lu, ya. Lu mau gue mati?” kata teman sejawatnya ketika ditawari formula ini. Toh, formula ini tetap harus diuji coba. Akhirnya, Dr. Irfan memutuskan untuk mencobanya langsung pada dirinya. “Ternyata saya tidak mati”, kenangnya sambil tertawa. Akhirnya beliau memberanikan diri untuk menguji cobakan formula tersebut pada anaknya. Ternyata hasilnya sangat menggembirakan. Sekalipun Chandra, sang anak masih tetap hiperaktif, tapi kecerdasannya meningkat. “Saat SD, Chandra sering berdebat dengan gurunya. Padahal, dia sama sekali tidak nampak memperhatikan”, kata Dr. irfan.

Perlahan, formula yang kemudian diberi nama BRAINKING PLUS tersebut dikembangkan hingga saat ini. Alhamdulillah, hasilnya luar biasa. Saat ini, Chandra bukan hanya tumbuh sebagai pemuda yang normal, namun juga sangat cerdas. Tanpa mengikuti kursus, hanya dari game, Chandra mampu menguasai bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Saat kelulusan SMA-nya, Chandra mendaftarkan diri di 3 perguruan tinggi terkemuka yaitu UI, UGM dan STAN. Dan semuanya diterima. Akhirnya, Chandra mengambil STAN sebagai pilihan.

Melihat perkembangan Chandra, beberapa kolega Dr. Irfan kemudian mencobakan formula ini kepada beberapa pasiennya. Ternyata hasilnya luar biasa. Berbagai kesaksianpun muncul baik di dalam maupun luar negeri.

Dengan harapan bisa memberi manfaat bagi banyak orang di Indonesia, bekerja sama dengan Bigking Science, akhirnya pada tahun 2014 Brainking Plus mulai dipasarkan sebagai produk nutrisi otak alami.

Baca Juga :

Ajaib, IQ Gadis Ini Naik 50 Poin Dalam 3 Bulan. Ini Rahasianya.