Terbukti! Ini Dia Obat Parkinson Paling Ampuh

Obat Parkinson Paling Ampuh – Parkinson merupakan suatu gangguan yang menyerang saraf pada otak bagian tengah sehingga mengalami degenerasi sel. Akibatnya, penyakit ini akan mempengaruhi pergerakan tubuh secara perlahan.

Penyakit parkinson pada dasarnya mampu menyerang siapa saja. Namun penyakit ini lebih sering ditemukan pada laki-laki yang telah lanjut usia. Saat ini, diperkirakan penderita parkinson dari seluruh dunia mencapai 10 juta jiwa.

Penyebab Penyakit Parkinson

Penyakit parkinson dapat terjadi akibat adanya kerusakan pada sel saraf otak. Kerusakan sel saraf tersebut mengakibatkan otak tidak mampu memproduksi dopamin. Dopamin sendiri merupakan hormon yang berfungsi untuk membantu dalam mengkoordinasikan gerakan tubuh.

Apa yang mengakibatkan sel saraf penghasil dopamin mengalami kerusakan memang belum diketahui secara spesifik. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya kerusakan sel saraf tersebut hingga menyebabkan parkinson.

#1. Usia

Mayoritas penderita parkinson merupakan laki-laki yang telah lanjut usia. Kebanyakan berusia antara 50 hingga 70 tahun. Selain itu, faktor usia juga sangat memungkinkan sel saraf pada otak mulai melemah. Sehingga, banyak para ahli yang menduga faktor usia sangat mempengaruhi timbulnya penyakit ini.

#2. Lingkungan

Beberapa ahli juga menduga bahwa faktor lingkungan dapat memicu terjadinya penyakit parkinson. Pendapat tersebut diperkuat dengan alasan bahwa pestisida serta racun-racun kimia lainnya yang terbawa pada makanan, dapat memicu kerusakan sel-sel saraf pada otak.

#3. Gen

Walaupun sebenarnya jarang terjadi, namun faktor keturunan diduga dapat pula memicu timbulnya penyakit parkinson. Seseorang yang mengalami mutasi genetik memiliki potensi mengidap penyakit parkinson dan dapat pula mewariskannya kepada keturunannya.

Gejala Penyakit Parkinson

Bentuk gejala yang dialami oleh penderita parkinson dapat berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan karena parkinson menyerang penderitanya dengan cara yang berbeda-beda pula. Gejala yang timbul mungkin pada awalnya akan terasa ringan, namun lama kelamaan kondisinya akan semakin memburuk.

Beberapa gejala yang sering kali timbul pada penderita parkinson di antaranya adalah sebagai berikut ini. Namun perlu diketahui sebelumnya, tidak semua gejala yang akan disebutkan berikut akan dirasakan oleh penderita parkinson. Mungkin hanya beberapa poin saja.

  • Tubuh mengalami gemetar yang tidak dapat dikontrol (Tremor).
  • Otot menjadi kaku dan tegang (Rigiditas).
  • Gerakan tubuh menjadi lambat (Bradikinesia).
  • Kemampuan gerakan otomatis seperti kedipan mata menurun.
  • Merasa cemas dan depresi.
  • Keseimbangan tubuh mengalami gangguan.
  • Kesulitan menulis dan ukuran tulisan tangan akan mengecil.
  • Gaya bicara mengalami perubahan.
  • Kemampuan indera penciuman menurun atau bahkan menghilang.
  • Mengalami kesulitan tidur (Insomnia).
  • Menderita demensia.
  • Mengalami gangguan sensoris.
  • Kesulitan dalam menelan makanan (Disfagia).
  • Perut mengalami sembelit (Disfagia).
  • Inkontinensia urin.
  • Kepala terasa pusing, pandangan menjadi buram, hingga jatuh pingsan.
  • Disfungsi ereksi.
  • Kulit memproduksi keringat secara berlebih (Hiperhidrosis).
  • Produksi air liur juga berlebih.
  • Dan lain sebagainya.

Brainking Plus, Obat Parkinson Paling Ampuh

Hanya Brainking Plus, obat parkinson paling ampuh dan aman dikonsumsi. Brainking Plus merupakan produk herbal yang berguna dalam menangani berbagai masalah otak dan saraf, termasuk dalam membantu pengobatan penyakit parkinson.

Brainking Plus dibuat dari bahan-bahan alami pilihan yang terjaga kualitas dan khasiatnya. Dengan begitu, selain sangat aman dikonsumsi, Brainking Plus juga terbukti memiliki kualitas nomor satu dalam menangani berbagai masalah otak dan saraf.

Brainking Plus telah hadir lebih dari 10 tahun. Jutaan testimoni menjadi bukti nyata betapa dahsyatnya khasiat produk ini. Sudah banyak sekali penderita Parkinson yang berhasil menggapai kesembuhan setelah rutin mengkonsumsi Brainking Plus.

Kebiasaan-kebiasaan Buruk Penyebab Pengecilan Otak

Pengecilan otak? Mungkin bagi sebagian orang hal ini masih terdengar sangat asing. Namun seperti itulah faktanya. Percaya atau tidak, otak manusia dapat mengalami penyusutan seiring bertambahnya usia. Tentu saja hal itu memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh penderitanya.

Ada beberapa faktor yang berpotensi menjadi penyebab pengecilan otak seseorang. Faktor penyebab tersebut di antaranya adalah penyakit alzheimer, terdapat tekanan yang tinggi dalam kepala, terdapat desakan akibat hidrosefalus, dan sebagainya.

Selain itu, berbagai macam kebiasaan buruk yang sering dilakukan diyakini pula dapat menjadi pemicu terjadinya pengecilan otak. Bahkan akibat kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut, pengecilan otak dapat terjadi di usia yang terbilang muda.

Kebiasaan-kebiasaan Buruk Penyebab Pengecilan Otak

Berikut ini merupakan beberapa kebiasaan buruk yang diyakini mampu menjadi pemicu terjadinya pengecilan otak.

#1. Pengecilan Otak Akibat Stres Berkepanjangan

Orang yang sering merasa stres dan terjadi secara berkepanjangan sangat rentan mengalami pengecilan otak di masa tuanya kelak. Biasakan diri Anda untuk lebih tenang dalam menghadapi berbagai masalah maupun tekanan demi kesehatan otak Anda.

#2. Pengecilan Otak Akibat Sering Begadang

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa otak manusia tidak berhenti bekerja di saat pemiliknya tertidur. Akan tetapi, otak yang dipaksakan untuk bekerja dalam keadaan sadar berdampak buruk bagi kesehatannya. Karena itulah orang-orang yang sering begadang berpotensi terserang gangguan pengecilan otak.

#3. Pengecilan Otak Akibat Radiasi Ponsel

Penggunaan ponsel saat ini memang telah menjadi kebutuhan yang sangat penting. Mulai dari menghubungi teman dan kerabat, mencari informasi-informasi aktual, hingga untuk kegiatan yang tidak begitu penting seperti bermain game dan berfoto selfie.

Namun sayangnya, ternyata radiasi yang dipancarkan oleh ponsel sangat berbahaya bagi kesehatan otak. Penyakit-penyakit berbahaya seperti pengecilan otak, demensia, hingga tumor otak dapat disebabkan oleh radiasi ponsel, khususnya smartphone yang banyak digunakan saat ini.

#4. Pengecilan Otak Akibat Jarang Sarapan

Volume otak juga dapat menyusut apabila otak kekurangan nutrisi. Sarapan sangat penting untuk menjaga kadar gula darah pada otak, sehingga otak tidak mengalami kekurangan asupan nutrisi. Selain itu, sarapan secara teratur juga dapat mendorong otak untuk dapat bekerja lebih optimal.

#5. Pengecilan Otak Akibat Kebiasaan Merokok

Merokok jelas merupakan kebiasaan yang sangat merugikan kesehatan tubuh, termasuk otak. Sel saraf pada otak dapat mengalami kerusakan yang parah akibat racun-racun dari rokok. Akibatnya, para perokok berpotensi lebih besar mengalami pengecilan otak.

#6. Pengecilan Otak Akibat Sering Mengkonsumsi Makanan yang Tidak Sehat

Mengkonsumsi berbagai makanan yang tidak sehat atau junk food secara berlebih ternyata memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan tubuh kita. Selain dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit seperti stroke, jantung koroner, kolesterol, dan lain sebagainya, junk food juga dapat memicu terjadinya pengecilan otak.

#7. Pengecilan Otak Akibat Kurang Berolahraga

Selain menjaga kesehatan otot dan sendi, berolahraga secara teratur juga sangat baik bagi kesehatan otak. Mereka yang senantiasa berolahraga dengan cukup akan memiliki kondisi otak yang lebih segar, sehingga dapat bekerja lebih optimal.

Namun, akan menjadi suatu bencana ketika seseorang sangat kurang berolahraga. Selain berbagai macam penyakit mengintai, kurang berolahraga juga dapat memicu pengecilan volume otak. Untuk itu, rutinlah berolahraga setiap dengan durasi dan frekuensi yang cukup. Tidak perlu berlebih dan jangan pula sampai kurang.

***

Itulah beberapa kebiasaan buruk yang diyakini sebagai faktor pemicu dalam pengecilan otak. Kurangilah aktifitas-aktifitas buruk dan gantilah dengan kebiasaan yang lebih bermanfaat demi kesehatan di masa tua nanti.

Penyebab, Gejala, Serta Penanganan Demensia Pada Lansia

Demensia pada lansia merupakan salah satu sindrom yang mengakibatkan penurunan kinerja otak pada usia lanjut. Sindrom ini dapat mempengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir berkurang, kecerdasan mental menurun, sulit dalam memahami bahasa, dan lain sebagainya.

Walaupun semasa hidupnya normal, namun ketika demensia ini menyerang, maka penderitanya akan mengalami perubahan dan penurunan dalam banyak hal. Sehingga, penderita demensia membutuhkan orang lain untuk membantu mengurus segala kebutuhannya.

Penderita demensia akan terlihat seperti anak-anak berkebutuhan khusus, namun terjadi ketika mereka dewasa, bahkan lanjut usia. Penderitanya akan mengalami depresi, suasana hati serta tingkah laku yang berubah, berhalusinasi, dan semakin sulit bersosialisasi.

Perlu diketahui pula sebelumnya, terjadi penurunan fungsi kerja otak dan daya ingat belum tentu diakibatkan karena demensia. Sebab pada usia lanjut, fungsi kerja otak memang sudah wajar apabila mengalami penurunan. Ada baiknya untuk memeriksakan kondisinya ke dokter terlebih dahulu.

Penyebab Demensia Pada Lansia

Sumber : Herbalanda.Com
Sumber : Herbalanda.Com

Secara umum, demensia pada lansia disebabkan akibat adanya kerusakan pada sel saraf otak. Dengan begitu, kemampuan komunikasi antara sel saraf yang satu dengan yang lainnya akan berkurang. Akibatnya, muncul gejala sesuai dengan area otak yang rusak.

Ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya demensia pada lansia. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

#1. Faktor Genetik

Demensia akan lebih mudah menyerang seseorang yang memiliki riwayat keturunan penderita demensia pula. Akan tetapi, bukan berarti seluruh keturunan dari seorang penderita demensia akan menderita hal yang sama.

#2. Faktor Usia

Pada usia lanjut, sudah merupakan hal yang wajar ketika fungsi kerja otak mengalami penurunan. Sel-sel saraf pada otak akan mengalami penyusutan sehingga semakin rentan terserang penyakit demensia ini.

#3. Akibat Alkohol dan Obat-obatan

Mengkonsumsi alkohol, obat pereda rasa sakit yang dikonsumsi secara terus menerus, serta obat-obatan terlarang dapat menjadi pemicu terjadinya demensia pada lansia. Zat kimia yang dikonsumsi dapat menyumbat aliran darah yang membawa oksigen ke otak sehingga mengakibatkan bergam malapetaka.

Gejala Demensia Pada Lansia

Ada beberapa gejala yang akan terlihat ketika seseorang menderita penyakit demensia. Gejala-gejala tersebut juga dapat digolongkan menjadi dua jenis, yakni gejala dari segi psikologis dan gejala dari segi kognitif.

#1. Gejala Demensia Pada Lansia dari Segi Psikologis

  • Penderitanya merasa gelisah dan tidak tenang.
  • Terlihat depresi.
  • Terjadi perubahan tingkah laku dan emosi.
  • Penderitanya juga mengalami paranoid (merasa ketakutan).
  • Mengalami halusinasi.

#2. Gejala Demensia Pada Lansia dari Segi Kognitif

  • Mengalami hilang ingatan dan daya ingat menurun.
  • Kesulitan dalam mengolah bahasa, berbicara, dan berkomunikasi.
  • Menjadi sulit fokus.
  • Ragu dalam menilai keadaan dan mengambil keputusan.
  • Tidak bisa merencanakan sesuatu dan menyelesaikan masalah sendiri.
  • Kesulitan dalam mengontrol pergerakan tubuh.
  • Terlihat kebingungan.

Penanganan Demensia Pada Lansia Dengan Brainking Plus

Brainking Plus merupakan produk herbal yang berfungsi untuk menangani berbagai masalah kesehatan otak dan saraf. Khasiat Brainking Plus sudah tidak dapat diragukan lagi. Selama lebih dari 10 tahun, Brainking Plus telah menangani berbagai masalah dan memberikan hasil yang positif.

Brainking Plus terbuat dari 100% bahan-bahan alami pilihan yang terjamin kualitas dan khasiatnya. Sehingga, selain sangat membantu dalam pengobatan beragam penyakit, produk ini juga tentunya aman dikonsumsi. Sebuah terobosan alternatif pengganti obat-obatan kimia yang membawa banyak efek samping.

Dalam menangani Demensia pada lansia, Brainking Plus telah terbukti dan memiliki banyak testimoni. Brainking Plus juga sangat cocok untuk menangani masalah serupa. Mulai dari kepikunan biasa hingga alzheimer, semuanya dapat ditangani dengan Brainking Plus.

Tak hanya itu saja, Brainking Plus juga sangat baik untuk berbagai masalah otak lainnya. Brainking Plus sangat berkhasiat untuk menangani Anak Berkebutuhan Khusus seperti autisme dan anak hiperaktif. Brainking Plus juga sangat efektif dalam mengobati berbagai penyakit, seperti stroke, diabetes dan sebagainya.

Pilihan Jenis Terapi Bagi Anak Down Syndrome

Terapi Anak Down Syndrome – Down syndrome merupakan salah satu tipe keterbelakangan mental yang cukup sering terjadi. Kondisi seperti ini terjadi pada anak-anak yang terlahir dengan jumlah kromosom yang tidak normal.

Kondisi ini mengakibatkan sang anak mengalami keterbelakangan mental, kondisi fisik yang khas, dan kemampuan intelektual yang berada di bawah rata-rata. Anak-anak yang menderita down syndrome juga biasanya memiliki ciri fisik yang terbilang mirip.

Sama halnya seperti terlahir tanpa memiliki tangan, sampai ia dewasa pun tangannya tidak akan tumbuh. Begitu pula penderita down syndrome. Jumlah kromosom yang tidak normal tidak akan berubah hingga ia dewasa, sehingga gangguan ini tidak bisa disembuhkan.

Akan tetapi, bukan berarti kelainan ini sama sekali tidak bisa ditangani. Anak-anak penderita Down syndrome juga tetap bisa hidup bahagia. Gejala-gejala yang ia alami dapat ditekan melalui proses terapi anak Down syndrome. Berikut ini beberapa jenis terapi untuk menangani Down syndrome.

Terapi Anak Down Syndrome yang Paling Harus Dilakukan

Pada dasarnya, ada 2 jenis metode terapi bagi anak penderita Down syndrome. Terapi ini merupakan jenis terapi yang paling utama dan sangat penting untuk dilakukan. Selain itu, terapi ini juga sudah digunakan sejak dahulu.

#1. Terapi Fisik Bagi Anak Down Syndrome (Physio Therapy)

Otot yang dimiliki oleh penderita Down syndrome sangat lemah. Bahkan untuk berjalan sekalipun, kondisi otot tersebut tidak memungkinkannya. Oleh karena itu, jenis terapi fisik inilah yang menjadi solusi. Dengan terapi fisik ini, penderita Down syndrome akan dilatih, dibantu, dan didukung agar mampu berjalan dengan baik.

#2. Terapi Wicara Bagi Anak Down Syndrome

Selain memiliki otot yang lemah, anak-anak penderita Down syndrome juga sering kali mengalami keterlambatan dalam berbicara. Melalui proses terapi wicara ini, mereka akan dibantu dalam memahami kosa kata dan berbicara.

Terapi Anak Down Syndrome dengan Brainking Plus

Selain menerapkan kedua jenis terapi tadi, dibutuhkan pula asupan nutrisi ke otak untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Jika gangguan pada tumbuh kembangnya tidak ditangani, maka pemberian terapi akan kurang efektif tentunya.

Oleh karena itu, Brainking Plus dibuat untuk menangani masalah ini. Brainking Plus bekerja secara holistik dan langsung memperbaiki sumber kerusakannya. Brainking Plus juga memberikan asupan nutrisi terbaik ke otak demi mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Brainking Plus sendiri merupakan produk herbal terbaik dan “pakar” dalam menangani berbagai masalah gangguan perkembangan, otak, dan juga syaraf. Produk ini juga dikenal sebagai pelopor vitamin otak di Indonesia.

Brainking Plus terbuat dari 100% bahan-bahan alami. Bahan-bahan tersebut diseleksi demi memperoleh kualitas terbaik. Dengan begitu, Brainking Plus sangat efektif dalam menangani berbagai masalah perkembangan dan tentunya aman dikonsumsi.

Tidak hanya efektif dalam menangani anak-anak penderita Down syndrome. Brainking Plus juga telah terbukti sangat baik dalam mengatasi autisme, ADHD (anak hiperaktif), cerebral palsy, dan berbagai masalah perkembangan lainnya.

Berikan Brainking Plus secara rutin kepada penderita Down syndrome. Sudah banyak sekali penderita Down syndrome yang tertolong dengan produk ini. Memberikan Brainking Plus yang dibarengi dengan terapi tentunya akan memaksimalkan penanganan Down syndrome ini.

Jenis Terapi Anak Down Syndrome Lainnya Untuk Mengoptimalkan Tumbuh Kembangnya

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan, variasi terapi anak Down syndrome semakin banyak. Bahkan terapi-terapi tersebut dibuat semakin spesefik dalam menangani gejala-gejala tertentu demi memperoleh hasil terbaik

Beberapa terapi anak Down syndrome lainnya antara lain:

  • Terapi Okupasi
  • Terapi Tingkah Laku
  • Terapi Remedial
  • Terapi Sensori Integrasi

Terapi Anak Down Syndrome Alternatif

Lebih dari itu, saat ini dikenal pula terapi alternatif. Terapi ini memberikan solusi penanganan dengan cara-cara yang tergolong unik namun tetap efektif dalam menangani gejala anak Down syndrome ini. Berikut beberapa jenis Terapi alternatif bagi anak Down syndrome:

  • Terapi Musik
  • Terapi Craniosacral
  • Terapi Lumba-lumba
  • Terapi Akupuntur

Mengenali Gejala Anak Autis Sejak Dini

Sebagai orang tua, memperhatikan tumbuh kembang anak adalah hal yang sudah sepatutnya dilakukan. Ada baiknya kita mempelajari gejala-gejala yang timbul jika ada gangguan perkembangan pada buah hati kita. Misalnya seperti memahami gejala anak autis.

Autis atau autisme merupakan salah satu bentuk gangguan tumbuh kembang pada anak yang terbilang kompleks. Perkembangan syaraf akan terganggu dan mempengaruhi kemampuannya dalam berinteraksi, bertingkah laku, serta berkomunikasi.

Mengetahui gejala-gejala autis pada anak perlu dilakukan sedini mungkin. Dengan begitu, sebagai orang tua, kita dapat segera melakukan penanganan selagi gangguan ini masih dapat ditangani. Harapannya, anak tersebut masih dapat dioptimalkan tumbuh kembangnya, atau setidaknya gejala anak autis yang dialaminya dapat ditekan.

Ciri Umum dan Gejala Anak Autis

Sumber : Www.Sittercity.Com
Sumber : Www.Sittercity.Com

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Autisme merupakan gangguan perkembangan yang mempengaruhi anak dalam kemampuan berinteraksi, prilaku, serta komunikasi. Oleh sebab itu, gejala-gejala yang timbul pun tidak akan jauh dari 3 hal tersebut.

Ada cukup banyak gejala autisme yang dapat diketahui. Berikut ini merupakan beberapa gejala anak autis yang cukup umum dan sering terjadi.

#1. Gejala Anak Autis Dalam Hal Komunikasi

Akibat gangguan perkembangan yang dialaminya, anak penderita autisme memiliki gangguan dalam berkomunikasi. Penderita autisme biasanya berbicara dengan intonasi yang datar, terkesan kaku, dan terkadang menggunakan bahasa baku. Seolah-olah mereka tidak dapat mengungkapkan ekspresi yang mereka rasakan sendiri.

Menurut data yang ada, 4 dari 10 anak penderita autis hanya mampu mengucapkan beberapa kata saja atau tidak bisa sama sekali. 2 Hingga 3 anak mampu mengucapkan beberapa kata pada usia 12-18 bulan, kemudian kehilangan kemampuannya. Sedangkan sisanya baru mampu berbicara saat mencapai usia tertentu.

#2. Gejala Anak Autis Dalam Tingkah Laku

Anak penderita autis biasanya memiliki tingkah laku yang terlihat cukup aneh. Di antaranya adalah terdapat suatu pola yang diulang-ulang dalam prilakunya. Mereka akan merasa terganggu apabila terjadi perubahan pada rutinitasnya.

Salah satu contoh yang cukup sering terjadi pada anak autis adalah menyusun benda. Sering kali, mereka sangat gemar menyusun atau menumpukkan benda-benda yang sebenarnya tak ada gunanya. Namun mereka sangat terobsesi pada aktifitas seperti itu.

#3. Gejala Anak Autis Dalam Berinteraksi Sosial

Anak-anak autis terlihat seperti memiliki dunianya sendiri. Mereka tidak terdorong untuk berinteraksi dan bersosial dengan lingkungannya. Mulai dari sebatas merasa canggung ketika berkumpul, mengeluarkan perkataan yang menyinggung orang lain, hingga benar-benar memisahkan diri dari kehidupan bersosial.

Saat diajak berkomunikasi, penderita autis akan menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya. Selain itu, mereka juga tidak menyukai bergaul dengan teman-teman seusianya dan lebih memilih bermain seorang diri.

#4. Gejala Anak Autis Dalam Kepekaan Terhadap Lingkungan

Bukan hanya tidak memiliki kemampuan dalam berinteraksi sosial, anak-anak autis juga tidak memiliki empati terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk memahami perasaan orang lain.

Akan tetapi, kemampuan berempati ini masih dapat diatasi melalui terapi. Mereka perlu dilatih perlahan-lahan supaya lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya dan lebih mempertimbangkan perasaan orang lain.

#5. Gejala Anak Autis Dalam Perkembangannya

Anak penderita autis sering kali terlihat tidak seimbang dalam tumbuh kembangnya. Dalam beberapa hal, mereka akan terlihat dapat berkembang dengan sangat cepat. Namun dalam hal lainnya, mereka justru akan terlihat sangat lamban.

Salah satu kasus yang cukup sering terjadi adalah perbandingan perkembangan intelektual dengan perkembangan bicaranya. Dalam bidang intelektual, mereka sangat cepat menguasainya. Namun dalam berkomunikasi, mereka akan cenderung tampak tidak mengalami perkembangan.

Faktor-faktor Penyebab Autis Pada Anak

Penelitian mengenai autisme sudah sangat sering dilakukan. Namun sayangnya, hingga saat ini penyebab autis pada anak masih belum bisa diketahui secara pasti. Penelitian masih perlu dilakukan lebih lanjut lagi untuk mengetahui apa penyebab utama autis pada anak.

Menurut data yang ada, sekitar 85% anak-anak penderita autis tidak diketahui penyebabnya. Kondisi tersebut dikenal juga dengan istilah idiopathic autism. Walaupun begitu, para ilmuwan juga sudah menduga beberapa faktor yang dianggap berpotensi menjadi pemicu terjadinya autis pada anak.

Seperti yang kita ketahui, autisme merupakan suatu kondisi pada anak dimana terdapat gangguan pada perkembangan sel syarafnya. Akibatnya, hal itu akan mempengaruhi kemampuan sang anak dalam berkomunikasi, tingkah laku dan berinteraksi sosial.

Penyebab Autis Pada Anak

Sumber : Lovetoknow.Com
Sumber : Lovetoknow.Com

Faktor keturunan (genetika) dan faktor lingkungan diduga mempunyai peranan penting dalam menyebabkan autisme pada anak. Namun pada kasus-kasus lainnya, autisme pada anak juga dapat dipicu karena penyakit lainnya.

Penyebab Autis Pada Anak Karena Faktor Keturunan (Genetika)

Para ahli menduga bahwa faktor keturunan merupakan salah satu pemeran utama dalam menyebabkan autisme pada anak. Hal tersebut diakibatkan karena adanya peningkatan resiko autis pada anak-anak yang memiliki saudara pengidap autis pula.

Hal itu juga terbukti melalui fakta banyaknya pengidap autisme pada anak kembar identik yang memiliki gen serupa. 90% Anak pengidap autis memiliki saudara kembar yang mengidap autis pula. Selain itu, jika seorang anak memiliki saudara yang mengidap autisme, maka ia juga memiliki potensi lebih tinggi untuk mengidap autisme.

Penyebab Autis Pada Anak Karena Faktor Lingkungan

Selain faktor keturunan (genetika), faktor lainnya yang diduga memiliki peranan penting dalam menyebabkan autisme adalah faktor lingkungan. Walaupun masih dalam proses penelitian lebih lanjut, namun faktor lingkungan diduga kuat mampu memicu autisme pada anak.

Faktor lingkungan yang dimaksud meliputi banyak hal, di antaranya adalah kondisi usia orang tua, riwayat kesehatan keluarga, komplikasi ketika masa kehamilan dan kelahiran, hingga infeksi virus, racun serta polusi yang mencemari lingkungan sekitarnya.

Faktor-faktor Lainnya yang Juga Diduga Menjadi Penyebab Autis Pada Anak

Faktor-faktor yang menyebabkan seorang anak mengidap autis sering kali berbeda-beda kondisinya. Itulah sebabnya para ahli kesulitan untuk memastikan faktor penyebab utama autis pada anak. Autisme diduga timbul dan dipicu oleh faktor-faktor yang berbeda pada setiap pengidapnya.

Melihat kasus-kasus pengidap autisme yang telah ada, para ahli mulai menyimpulkan beberapa faktor lain yang juga diduga dapat memicu terjadinya autisme pada anak. Beberapa faktor tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

  • Melihat autisme yang lebih banyak dialami oleh anak laki-laki, para ahli mengungkapkan bahwa anak laki-laki berpotensi 4 hingga 5 kali lebih besar terserang autisme ketimbang anak-anak perempuan.
  • Orang tua yang mengidap autisme berisiko memiliki anak pengidap autisme pula. Kadang kala, autisme juga dipicu karena orang tua atau riwayat keturunan sebelumnya memiliki gangguan komunikasi dan sosial.
  • Mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan kimia, minuman keras, dan sebagainya selama dalam masa kehamilan juga diduga dapat menjadi penyebab autisme pada anak.
  • Autisme juga dapat timbul karena dipicu oleh gangguan-gangguan perkembangan lainnya seperti Cerebral Palsy (lumpuh otak), down syndrome, sindrom Tourette, neurofibromatosis, distrofi otot, dan lain sebagainya.
  • Bayi yang terlahir dalam keadaan prematur, terlebih lagi yang terlahir pada usia kehamilan 26 minggu ke bawah, memiliki risiko mengidap autisme cukup tinggi daripada bayi yang terlahir pada usia normal.
  • Seorang anak juga memiliki risiko mengidap autisme apabila ia memiliki saudara kandungnya yang juga pengidap autisme.
  • Usia orang tua yang sudah terlalu tua ketika mengandung diduga pula dapat memicu terjadinya autisme pada anak yang dikandungnya.

Satu hal yang perlu ditekankan kembali, faktor-faktor tersebut saat ini belum dapat dipastikan 100% benar. Para ahli dan peneliti masih berupaya untuk mempelajari lebih lanjut lagi mengenai penyebab utama terjadinya autisme ini.

Ampuh! Ini Dia Vitamin Terbaik untuk Anak Telat Bicara

Vitamin untuk Anak Telat Bicara – Masa-masa dimana buah hati kita mengucapkan kata pertamanya adalah momen yang sangat berharga. Tentu hampir semua orang tua akan menunggu-nunggu masa itu tiba.

Namun, bagaimana apabila masa tersebut tak kunjung tiba juga? Padahal jika melihat usianya, seharusnya ia sudah bisa mengucapkan satu dua kosa kata. Bisa jadi anak Anda memang memiliki keterlambatan dalam berbicara.

Anak telat bicara adalah suatu kondisi pada anak dimana ia masih belum mampu mengucapkan kosa kata atau memahami kosa kata yang diucapkan orang lain pada usia-usia tertentu. Beberapa penyebabnya antara lain masalah pendengaran, penerus impuls ke otak, gangguan perkembangan otak, atau organ pembuat suara.

Pada dasarnya, perkembangan kemampuan bicara anak adalah suatu hal yang relatif. Setiap anak akan memasuki tahap belajar bicara di usia yang berbeda-beda. Beberapa patokan kemampuan bicara anak yang dapat diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Pada usia sekitar 3 bulan, Bayi biasanya sudah mampu mengeluarkan suara yang tidak mempunyai arti (bahasa bayi). Dia juga sudah mulai mengenali suara orang tuanya dan mulai memperhatikan raut wajah orang yang berbicara kepadanya.
  2. Pada usia 6 bulan, bayi mulai mampu mengeluarkan suara yang berbeda-beda dan sering kali terdengar jelas suku katanya. Contohnya seperti “ma-ma”, “ba-ba”, “da-da”, dan sebagainya.
  3. Pada usia 9 bulan, bayi baru akan memahami beberapa kata dasar yang sederhana seperti “iya”, “nggak”, “mama”, “mau”, dan lain sebagainya.
  4. Pada usia 12 bulan, bayi akan mengucapkan panggilan kepada orang tuanya dan menirukan kosa kata yang sering diulang-ulang. Bayi juga sudah mulai memahami kalimat perintah sederhana seperti “ayo ke sini” atau “ambil mainannya”.
  5. Pada usia 18 bulan, bayi akan menunjukan benda-benda yang sudah mereka ketahui ketika Anda menyebutkannya. Selain itu, anak berusia 18 bulan juga setidaknya mampu mengucapkan 10 kosa kata, walaupun belum sempurna.
  6. Pada usia 2 tahun, mereka seharusnya sudah mampu berbicara menggunakan dua kosa kata seperti “mau maem”. mereka juga seharusnya sudah mampu mengucapkan sekitar 50 kosa kata.
  7. Dan pada usia 3-5 tahun, mereka akan berada di puncak dalam memahami bahasa. Kosa kata yang mereka pelajari akan semakin bertambah dengan cepat. Sampai akhirnya mereka bisa berkomunikasi dengan cukup baik.

Brainking Plus, Vitamin Terbaik untuk Anak Telat Bicara

Brainking Plus merupakan produk herbal terbaik bagi perkembangan otak dan syaraf. Produk ini diolah dari 100% bahan-bahan alami pilihan yang terseleksi kualitasnya. Sehingga, selain aman dikonsumsi, Brainking Plus juga telah terbukti kegunaannya.

Brainking Plus telah dipercaya sebagai pelopor vitamin otak di Indonesia dengan kualitas nomor satu. Sudah banyak sekali testimoni-testimoni positif yang menunjukan betapa dahsyatnya manfaat dari produk kami ini.

Peran utama dari Brainking Plus ini adalah untuk memperbaiki perkembangan pada otak dan syaraf manusia. Karenanya, produk ini dapat membantu memperbaiki gangguan perkembangan otak serta penerus impuls ke otak pada anak telat bicara.

Tidak hanya anak telat bicara, Brainking Plus juga telah terbukti mampu menangani gangguan perkembangan lainnya. Mulai dari mengatasi masalah autisme, ADHD (anak hiperaktif), cerebral palsy, down syndrome, serta berbagai gangguan perkembangan otak dan syaraf lainnya.

Komposisi Brainking Plus, Vitamin Terbaik untuk Anak Telat Bicara

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Brainking Plus terbuat dari 100% bahan-bahan alami yang terseleksi demi memperoleh kualitas terbaik. Oleh sebab itulah Brainking Plus sangat bermanfaat, halal dan juga aman dikonsumsi.

Berikut beberapa komposisi Brainking Plus:

  • Daun Pegagan (Centella Asiatica) : 70 mg
  • Pohon Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii) : 70 mg
  • Buah Mengkudu (Morinda) : 60 mg
  • Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera) : 30 mg
  • Tanaman Sambiloto (Andrographis peniculata) : 20 mg
  • Ekstrak Buah Salak (Solacca Edulis Fructus extract) : 0,3 ml
  • Ekstrak Buah Apel (Pyrus Malus Extract) : 03 ml
  • Madu Asli (Mel Depuratum) : 1 ml
  • Bakteri Asam Laktat (Lactobasillus acidophylus) : 0.025ml

Ampuh! Inilah 5 Cara Mengatasi Insomnia Akut Dengan Mudah

Cara Mengatasi Insomnia Akut – Insomnia adalah suatu kondisi dimana seseorang merasa tidak bisa tidur sekalipun ia memiliki waktu dan kesempatan yang cukup untuk melakukannya. Penderitanya akan tetap terjaga pada waktu-waktu seharusnya ia beristirahat.

Hal tersebut tentu saja akan berdampak negatif pada penderitanya. Salah satu efek yang ditimbulkan dari insomnia adalah penderitanya akan merasa kurang fit di keesokan harinya akibat kekurangan tidur pada malam harinya.

Ada beberapa gejala yang biasanya terlihat pada penderita insomnia. Gejala-gejala tersebut di antaranya ialah sulit untuk tidur sekalipun tubuh terasa lelah, bangun di malam hari lalu kemudian tidak dapat tidur kembali, serta tubuh terasa kurang fit saat beraktifitas pada siang harinya.

Sumber : Www.Gotosleepsd.Com
Sumber : Www.Gotosleepsd.Com

Tentu dibutuhkan solusi untuk menangani insomnia ini. Adapun cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi insomnia akut adalah sebagai berikut:

#1. Cara Mengatasi Insomnia Akut dengan Mengatur Jadwal Tidur

Membiasakan diri untuk tidur dan bangun pada jam yang sama setiap harinya adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi insomnia akut. Niatkan. Kemudian paksa tubuh kita untuk konsisten dalam mentaati jadwal tidur yang telah kita buat.

Saat kita terbiasa bangun di tengah malam, atau memaksa tubuh kita untuk begadang hingga larut malam, maka tubuh kita akan ter-setting untuk melakukan hal yang sama dikeesokan harinya. Oleh karena itu, sudah semestinya kita membuat jadwal tidur yang baik dan menyehatkan.

#2. Cara Mengatasi Insomnia Akut dengan Memperhatikan Apa yang Kita Konsumsi

Perhatikan pula pola makan kita. Apakah makanan dan minuman yang kita konsumsi berdampak buruk bagi kualitas tidur kita. Jika kita masih banyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengganggu kualitas tidur kita, maka hentikan. Atau setidaknya kurangi jumlahnya.

Rokok serta minuman beralkohol jelas berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Kandungan nikotin yang terkandung dalam rokok juga dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Selain itu, halusinasi yang muncul akibat mengkonsumsi alkohol juga akan memperparah insomnia seseorang.

Kandungan kafein pada kopi juga dapat mengakibatkan seseorang terjaga setelah mengkonsumsinya. Oleh karena itu, penderita insomnia sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi minuman ini. Atau paling tidak, kurangilah jumlah yang dikonsumsi.

#3. Cara Mengatasi Insomnia Akut dengan Memperhatikan Kenyamanan Tempat Tidur Anda

Bisa jadi insomnia timbul karena kurangnya kenyamanan di sekitar tempat tidur Anda. Cobalah untuk memperhatikan kenyamanannya, mulai dari kasur hingga ruangannya. Rapikan barang-barang yang berantakan serta bersihkan bagian-bagian yang kotor.

Tempat tidur yang berantakan tentu dapat mengganggu kenyamanan Anda ketika tidur, sehingga Anda dapat terganggu karenanya. Selain itu, tempat tidur yang kotor juga tidak baik bagi kesehatan Anda, terutama paru-paru dan kulit. Tidur Anda tentu tidak akan maksimal jika kondisi kesehatan sedang terganggu.

#4. Cara Mengatasi Insomnia Akut dengan Mematikan Lampu Ketika Tidur

Apakah selama ini Anda tidur dalam keadaan lampu masih menyala? Jika iya, cobalah untuk mematikannya ketika tidur. Cahaya yang terang dapat mengirimkan pesan kepada otak Anda untuk tetap terjaga. Sehingga kualitas tidur Anda dapat terganggu.

#5. Cara Mengatasi Insomnia Akut dengan Mengkonsumsi Brainking Plus

Jika gejala insomnia yang Anda alami sudah cukup parah, maka Anda butuh penanganan segera. Jika tidak, tentu kondisi kesehatan tubuh Anda dapat terganggu akibat kurangnya istirahat. Anda dapat mengkonsumsi Brainking Plus untuk mengatasi insomnia akut.

Banyak sekali testimoni yang telah menunjukan bahwa Brainking Plus sangat baik dalam mengatasi masalah insomnia. Setelah beberapa hari mengkonsumsi Brainking Plus, kualitas tidur akan semakin membaik. Tidur akan terasa lebih tenang, nyaman, dan nyenyak.

Mendidik Anak Hiperaktif dan ADHD Demi Masa Depannya yang Lebih Baik

Mendidik Anak Hiperaktif – ADHD (anak hiperaktif) merupakan suatu kondisi dimana penderitanya mengalami gangguan perkembangan dengan gejala jangka panjang yang di antaranya berupa hiperaktif dan kesulitan untuk fokus pada suatu hal.

Ada tiga syarat seseorang dapat dikatakan sebagai anak hiperaktif atau bukan. Syarat tersebut berupa gejala-gejala utama yang akan dialami oleh penderita hiperaktif. Ketiga gejala tersebut di antaranya adalah inatensi, hiperaktif, dan impulsif.

Gejala-gejala anak hiperaktif perlu dikenali sedini mungkin. Harapannya, dampak yang timbul dari gangguan ini dapat ditekan dan segera mendapat penanganan. Sehingga, mereka tetap dapat menjalani kehidupan layaknya orang-orang normal di usia dewasanya nanti.

Selain itu, anak hiperaktif juga perlu mendapat perlakuan khusus ketika mendidiknya. Karena bagaimana pun juga, kondisi mereka tidak seperti anak-anak pada umumnya. Berikut ini beberapa cara untuk mendidik anak hiperaktif dan ADHD.

Sumber : Www.Avensonline.Org
Sumber : Www.Avensonline.Org

#1. Mendidik Anak Hiperaktif dengan Memastikannya Mempunyai Kegiatan Tambahan

Di luar rutinitasnya sehari-hari, anak penderita hiperaktif sudah sepatutnya memiliki kegiatan tambahan yang bisa mereka nikmati. Dengan begitu, kondisinya yang hiperaktif dapat tersalurkan melalui kegiatan tambahan ini.

Kegiatan tambahan yang bisa dipilih untuk menyalurkan “energinya” tersebut dapat berupa latihan beladiri (karate, merpati putih, pencak silat, wushu, dsb), sepak bola, berenang, atau kegiatan-kegiatan yang banyak melakukan gerakan fisik lainnya.

Kegiatan tambahan tersebut tentu memerlukan usaha maksimal dengan berbagai tantangan yang mungkin terbilang baru bagi sang anak. Selain membuatnya menikmati, kegiatan tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan diri sang anak, terlebih lagi ketika ia membuahkan prestasi di kemudian hari.

Selain itu, kegiatan tambahan tersebut berguna untuk mengarahkan penderita hiperaktif untuk melampiaskan “kekurangan” yang ia miliki pada hal-hal yang positif. Bukan pada hal-hal negatif seperti narkoba, merokok, dan sebagainya.

#2. Mendidik Anak Hiperaktif dengan Mengajarkannya Duduk Tenang di Saat Makan

Anak-anak penderita hiperaktif memang sangat sulit untuk bisa diam dan tenang. Untuk itu, cobalah untuk mencoba mengajarkannya untuk tenang secara perlahan. Misalnya seperti mengajarkannya untuk diam dan tenang di saat makan.

Walaupun pada dasarnya mereka tetaplah anak hiperaktif yang selalu bergerak tanpa henti, namun dengan mendidiknya seperti itu, diharapkan ia dapat mengetahui kapan waktunya ia harus tenang dan kapan ia boleh melampiaskan energinya tersebut.

#3. Mendidik Anak Hiperaktif dengan Membuatnya Selalu Merasa Gembira

Sekalipun ia adalah anak hiperaktif, memiliki hidup yang bahagia tetap menjadi haknya. Penuhilah haknya tersebut dengan memfasilitasi dengan mainan-mainan yang membuatnya senantiasa merasa gembira.

Akan lebih baik lagi jika mainan tersebut dapat membantu tumbuh kembangnya. Mainan seperti itu tentu akan menjadi media bermain sambil belajar. Dengan begitu, mereka akan memahami hal-hal baru melalui apa yang mereka mainkan.

Sama seperti pada poin pertama, memberikannya fasilitas yang nyaman dan membuatnya merasa gembira dapat mengarahkannya untuk melampiaskan energinya yang hiperaktif tersebut pada aktifitas-aktifitas yang positif.

#4. Selektif Dalam Memilih Sekolah Merupakan Bagian Penting Dalam Mendidik Anak Hiperaktif

Memilih sekolah merupakan salah satu bagian penting dalam mendidik anak hiperaktif. Kesalahan dalam memilih sekolah dapat mempengaruhi karakter dan mental sang anak. Sedangkan sekolah yang baik dapat membukakan masa depan yang cerah baginya, sekalipun dia merupakan anak hiperaktif.

Pilihlah sekolah yang memiliki guru-guru dengan pemahaman yang baik menganai psikologi anak. Guru-guru seperti itu tentu lebih paham bagaimana mendidik anak hiperaktif agar merasa senang dalam belajar dan bergaul selama di sekolah.

Perhatikan pula kondisi siswa-siswa di sekolah tersebut. Sekolah dengan lingkungan yang baik, teman-teman yang memberikan contoh karakter positif, serta tidak membuat penderita hiperaktif merasa dikucilkan karena kekurangannya merupakan sekolah yang layak dipilih.

Brainking Plus, Solusi Pengobatan Cerebral Palsy Pada Anak Paling Ampuh

Menyadari akan gejalanya, juga melakukan penanganan serta pengobatan Cerebral Palsy tentu perlu dilakukan sesegera mungkin. Hal itu perlu dilakukan sebelum tingkat keparahan penyakit ini semakin berat dan menyebabkan ia semakin sulit ditangani.

Pengertian Cerebral Palsy (Lumpuh Otak)

Cerebral Palsy lebih akrab dikenal dengan sebutan Lumpuh Otak. Penyakit ini merupakan suatu kondisi dimana otak dan sel saraf mengalami gangguan perkembangan sehingga mempengaruhi fungsi kerja otak, laju belajar, kemampuan berpikir, pengelihatan, pendengaran, serta kinerja otot penderitanya.

Tidak semua penderita Cerebral Palsy mengalami tingkat keparahan yang serupa. Tingkat keparahan penyakit ini dapat berbeda-beda. Sebagian mengalami kondisi yang cukup ringan, dan tak sedikit pula yang mengalami kondisi yang sangat berat.

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama dari Cerebral Palsy. Beberapa ahli mengatakan bahwa Cerebral Palsy dapat terjadi akibat adanya penyakit, infeksi kesehatan pada ibu hamil, cedera otak pada saat bayi dalam kandungan atau saat melahirkan, akibat bayi terlahir prematur, dan faktor-faktor lainnya.

Ciri-ciri dan Gejala Cerebral Palsy (Lumpuh Otak)

Ada beberapa ciri dan gejala yang bisa dideteksi jika seorang anak menderita gangguan Cerebral Palsy ini. Sering kali, ciri dan gejala Cerebral Palsy akan mulai terlihat sebelum penderitanya berusia 3 tahun. Berikut beberapa ciri dan gejalanya.

#1. Penderita Cerebral Palsy Tidak Mampu Menggerakkan Bagian Tubuh Tertentu (Lumpuh)

Anak-anak yang menderita Cerebral Palsy tidak mampu mengkoordinasikan atau menggerakan anggota tubuh tertentu dengan baik. Contohnya seperti tidak mampu berdiri dengan tegak saat seharusnya sudah mampu berdiri, tidak mampu mengangkat kepalanya sendiri, dan sebagainya.

#2. Penderita Cerebral Palsy Mengalami Kesulitan Dalam Melakukan Aktifitas Fisik Tertentu

Anak-anak yang menderita Cerebral Palsy juga akan mengalami kesulitan saat melakukan beberapa aktifitas fisik tertentu yang seharusnya dapat dilakukan dengan mudah dan dengan sendirinya. Misalnya seperti kesulitan ketika buang air, kesulitan saat makan, atau bahkan kesulitan dalam bernafas.

#3. Penderita Cerebral Palsy Memiliki Kemampuan Kognitif yang Rendah

Sering kali, anak-anak penderita Cerebral Palsy memiliki kemampuan kognitif yang rendah. Akan tetapi ini bukanlah ciri mutlak, sebab beberapa anak penderita Cerebral Palsy dapat tumbuh dan berkembang dengan kemampuan kognitif yang normal.

#4. Penderita Cerebral Palsy Mempunyai Otot yang Kaku atau Sangat Lunglai

Otot-otot pada bagian tertentu, seperti kaki dan bagian lainnya akan terasa kaku. Begitu pula dengan tonus otot yang juga terasa kaku atau justru sebaliknya menjadi sangat lunglai. Sedangkan refleks otot masih normal atau bisa berlebih.

#5. Penderita Cerebral Palsy Mengalami Keterlambatan Dalam Tumbuh Kembangnya

Selain memiliki gangguan pada masalah otot, anak-anak penderita Cerebral Palsy juga mempunyai masalah dalam hal tumbuh kembangnya. Perkembangan otak, sel saraf, dan motoriknya terhambat sehingga sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

Pengobatan Cerebral Palsy (Lumpuh Otak)

Brainking Plus, Solusi Pengobatan Cerebral Palsy
Brainking-Indonesia.Com

Dalam dunia medis, obat-obatan kimia untuk penyembuhan Cerebral Palsy masih belum ditemukan. Obat-obatan kimia hanya diberikan sebatas untuk mengurangi gejalanya semata. Namun di sisi lain, obat-obatan kimia jelas akan memberikan banyak dampak negatif, terutama bagi masa depan sang anak.

Oleh karena itu, BRAINKING PLUS hadir sebagai solusi. Jawaban bagi jutaan anak-anak penderita Cerebral Palsy dan Anak Berkebutuhan Khusus lainnya. BRAINKING PLUS satu-satunya pilihan yang terbukti aman dan paling efektif dalam menangani masalah perkembangan otak dan saraf.

Tidak seperti obat-obatan kimia yang berdampak buruk bagi masa depan sang anak, BRAINKING PLUS dibuat dari 100% herbal pilihan yang aman dikonsumsi. BRAINKING PLUS telah menyelamatkan masa depan jutaan anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk dalam pengobatan Cerebral Palsy.