Inilah 13 Makanan Terbaik Untuk Meningkatkan Kecerdasan Otak

makanan untuk kecerdasan

Setiap orang tua tentu mendambakan memiliki anak yang sehat dan cerdas. Harapan inilah yang mendorong kita sebagai orang tua tidak segan-segan mengeluarkan banyak biaya untuk memasukkan anak-anak kita ke sekolah-sekolah terbaik, memberikan pelajaran tambahan, mengikutkan mereka di tempat-tempat les dan bimbel terbaik, dan lain sebagainya.

Sayangnya, sekedar memberikan masukan pelajaran tidaklah cukup bagi anak kita untuk bisa tumbuh dan berkembang sesuai harapan. Faktanya, banyak anak-anak yang justru menjadi mogok dan prestasinya terus menurun.

Selama ini, kita sebagai orang tua seringkali menyederhanakan masalah dengan pemahaman tentang ‘rajin pangkal pandai’. Tidak salah, memang. Namun hal itu tentu berlaku bila otak anak juga dipenuhi kebutuhan nutrisinya.

Otak anak memiliki pekerjaan yang sangat berat dan kompleks. Energi yang dibutuhkan oleh otak seorang anak diperkirakan mencapai 30% kebutuhan energi untuk seluruh tubuhnya. Karena itu, pastikan Anda memberikan asupan makanan yang menunjang hal tersebut. Apa yang anak Anda konsumsi akan mempengaruhi fokus dan kemampuan kognitifnya. Nutrisi bagi anak sama pentingnya seperti halnya belajar dan bermain. Kekurangan nutrisi penting akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan otaknya di kemudian hari.

Berikut adalah jenis-jenis makanan yang sangat baik untuk perkembangan otak buah hati Anda:

1. Pegagan

Pegagan adalah sejenis tanaman yang biasa digunakan sebagai lalapan. Orang tua kita dahulu mengenal pegagan sebagai makanan yang sangat berkhasiat untuk meningkatkan kecerdasan.

2. Telur

Telur merupakan bahan makanan yang kaya akan protein dan mengandung kolin, omega-3, seng, serta lutein yang membantu anak berkonsentrasi lebih baik.

3. Yoghurt

Yoghurt merupakan salah satu bentuk olahan susu yang biasanya sangat disukai anak-anak. Kandungan lemak dan protein dalam yoghurt baik untuk pembuatan selubung sel saraf pada otak yang berperan menerima dan mengirimkan informasi.

4. Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, brokoli, buncis, kubis, dan lain-lain kaya akan asam folat dan berbagai vitamin lainnya. Nutrisi tersebut penting untuk memperkuat memori dan mencegah demensia pada masa tua.

Sayangnya, kebanyakan anak memang tidak begitu menyukai sayuran. Agar disukai anak, Anda dapat menyajikan sayuran bersama dengan makanan lain, seperti bakso, telur, pizza, dan lain-lain.

5. Kembang Kol Ungu

Kembang kol ungu merupakan jenis sayuran yang rendah lemak namun kaya akan serat, asam folat, dan vitamin B6 yang membantu pengaturan emosi, memori, dan fokus.

6. Ikan

Ikan kaya akan vitamin D dan omega-3, yang berfungsi melindungi otak dari penurunan kemampuan kognitif dan demensia. Beberapa jenis ikan yang dapat Anda pilih adalah salmon, tuna, dan sarden.

7. Daging Rendah Lemak

Lemak dalam daging dapat menyimpan pestisida atau antibiotik yang biasanya ikut terserap ke dalam daging hewan. Oleh karena itu, pilihlah daging yang memiliki sedikit lemak, karena zat-zat tersebut dapat berbahaya bagi otak.

8. Kacang dan Biji-Bijian

Makanan ini kaya akan protein, asam lemak esensial, vitamin, dan mineral yang sangat bermanfaat untuk kesehatan otak. Ada banyak pilihan untuk disajikan kepada sang buah hati, seperti kacang tanah, kacang almond, kacang kedelai, kacang merah, dan lain-lain.

9. Oatmeal

Dengan kandungan protein dan serat, makanan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan memori anak. Selain itu, oatmeal juga dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

10. Apel

Apel kaya akan serat larut yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Selain itu, buah merah ini juga kaya akan antioksidan yang dapat memerangi penurunan kemampuan kognitif.

11. Kunyit

Kurkuma yang terkandung dalam kunyit dapat membantu pertumbuhan otak. Selain itu, kurkuma juga mencegah terjadinya peradangan dan perkembangan penyakit Alzheimer.

12. Buah Beri

Buah-buahan seperti stroberi, rasberi, blueberry, dan blackberry kaya akan antioksidan yang melindungi selubung sel saraf dari kerusakan. Anda dapat menyajikannya dalam bentuk smoothie atau dicampur dengan oatmeal dan yoghurt.

13. Brainking Plus

Bagi yang kesulitan menyediakan makanan-makanan di atas, maka ada cara yang lebih praktis dan lebih baik fungsinya, yaitu dengan mempergunakan Brainking Plus. Brainking Plus merupakan suplemen nutrisi otak hasil penelitian Dr. Irfan Buchori PhD yang telah teruji selama bertahun-tahun sebagai produk suplemen nutrisi otak dengan kualitas premium. Baca keterangan lebih lanjut mengenai Brainking Plus.

 

Baca Juga :

Ajaib, IQ Gadis Ini Naik 50 Poin Dalam 3 Bulan. Ini Rahasianya.

Berkat Penemuan Sang Ayah, Pengidap ADHD Ini Jadi Sangat Cerdas

adhd

Hati siapa yang tidak akan pilu mengetahui anaknya tercinta mengalami kelainan otak ? Bagai dicabik-cabik… seperti itulah perasaan yang dialami oleh Dr. Irfan Buchari ketika mengetahui anaknya mengalami ADHD. Sebagai seseorang yang selalu berkecimpung di dunia medis, tentu saja Dr. Irfan mengetahui obat-obatan seperti apa yang harus diminum anaknya hingga akhir hayat: obat-obatan penenang ! Anda tentu bisa membayangkan, apa yang akan terjadi bila Chandra, sang anak harus terus-menerus diberi obat penenang. Terbayang masa-masa sulit yang tentu akan dilalui hingga akhir hayatnya.

Untunglah kondisi ini tidak menyebabkan Dr. Irfan terlarut dalam kesedihan. naluri seorang ayah memaksanya untuk mencari jalan keluar. ANAK SAYA HARUS SEMBUH !!! Itulah kata-kata yang selalu terngiang di kepalanya.

Berbekal ilmu yang dimilikinya, Dr. Irfan kemudian melakukan riset dan percobaan untuk mendapatkan obat bagi puteranya tercinta. Berbagai bahan, baik dari dalam dan luar negeri, dikumpulkan dan diteliti kandungan dan manfaatnya. Alhamdulillah, kerja keras beliau yang dibarengi dengan shalat malam yang tidak putus itupun dijawab oleh Allah SWT.

Formula pertama yang dibuat masihlah sederhana, terdiri dari 3 jenis bahan pilihan yang bisa didapatkan di Indonesia: pegagan, mengkudu, dan lidah buaya. Namun demikian, tidak mudah membuat ketiga bahan dasar ini sinergi, karena sifatnya yang saling bertolak belakang. “Ibaratnya, ini jantan dengan jantan, ga mau nyatu”, tutur beliau. Beruntunglah, latar belakang beliau sebagai ahli farmakologi membantunya menemukan cara yang tepat agar ketiga bahan ini bisa bersinergi.

Dr. Irfan Buchori dan anaknya, Chandra
Dr. Irfan Buchori dan anaknya, Chandra

“Setelah formula itu dibuat, maka tibalah saatnya untuk diuji coba. Tapi siapa yang mau?”, kenang Dr. Irfan. “Gila lu, ya. Lu mau gue mati?” kata teman sejawatnya ketika ditawari formula ini. Toh, formula ini tetap harus diuji coba. Akhirnya, Dr. Irfan memutuskan untuk mencobanya langsung pada dirinya. “Ternyata saya tidak mati”, kenangnya sambil tertawa. Akhirnya beliau memberanikan diri untuk menguji cobakan formula tersebut pada anaknya. Ternyata hasilnya sangat menggembirakan. Sekalipun Chandra, sang anak masih tetap hiperaktif, tapi kecerdasannya meningkat. “Saat SD, Chandra sering berdebat dengan gurunya. Padahal, dia sama sekali tidak nampak memperhatikan”, kata Dr. irfan.

Perlahan, formula yang kemudian diberi nama BRAINKING PLUS tersebut dikembangkan hingga saat ini. Alhamdulillah, hasilnya luar biasa. Saat ini, Chandra bukan hanya tumbuh sebagai pemuda yang normal, namun juga sangat cerdas. Tanpa mengikuti kursus, hanya dari game, Chandra mampu menguasai bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Saat kelulusan SMA-nya, Chandra mendaftarkan diri di 3 perguruan tinggi terkemuka yaitu UI, UGM dan STAN. Dan semuanya diterima. Akhirnya, Chandra mengambil STAN sebagai pilihan.

Melihat perkembangan Chandra, beberapa kolega Dr. Irfan kemudian mencobakan formula ini kepada beberapa pasiennya. Ternyata hasilnya luar biasa. Berbagai kesaksianpun muncul baik di dalam maupun luar negeri.

Dengan harapan bisa memberi manfaat bagi banyak orang di Indonesia, bekerja sama dengan Bigking Science, akhirnya pada tahun 2014 Brainking Plus mulai dipasarkan sebagai produk nutrisi otak alami.

Baca Juga :

Ajaib, IQ Gadis Ini Naik 50 Poin Dalam 3 Bulan. Ini Rahasianya.

 

6 Langkah Mendisiplinkan Anak Tanpa Teriakan

mendisiplinkan anak tanpa teriakan

Pernahkah Anda membentak anak Anda ? Terkadang, bagi sebagian orangtua, berteriak membentak anak merupakan sebuah momen yang sulit dihindarkan ketika sudah merasa kehilangan akal. Namun bagi sebagian orang tua justru bersikap keras dan membentak anak-anak mereka diyakini sebagai cara yang paling efektif untuk mendisiplinkan anak, dan menjadikan hal itu sebuah kebiasaan. Sayangnya, berteriak adalah salah satu cara mendisiplinkan yang benar-benar tidak efektif, bahkan bisa menimbulkan masalah perilaku pada anak.

Apapun alasan kita, pada kenyataannya kita tidak akan mampu mengajarkan kepada anak-anak bagaimana mengelola perilaku mereka yang lebih baik, dengan cara berteriak membentak mereka. Membentak adalah cara yang sangat gampang namun primitif dalam menyelesaikan masalah. Masalahnya adalah, ketika cara gampang ini dipergunakan, kita cenderung enggan melakukan cara lain yang dirasakan lebih ribet. Ketika seorang anak terbiasa berteriak atau memukul saudaranya, ia tidak akan pernah belajar bagaimana untuk menyelesaikan masalah secara damai. Anda bisa bayangkan bagaimana masa depan anak-anak kita bila dibiarkan terbiasa menyelesaikan masalah dengan teriakan bukan? Ada banyak strategi disiplin lain yang lebih efektif mengajar anak-anak untuk meningkatkan perilaku mereka.

1. Membuat Aturan yang Jelas

Buat aturan yang jelas mengenai tugas dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Buatlah daftar tertulis aturan rumah tangga yang dipampang secara jelas.

Hal ini membantu mengingatkan anak-anak apa yang Anda harapkan dari mereka. Hal ini juga berfungsi sebagai pengingat yang baik untuk Anda tentang mana perilaku perlu ditangani.

Lakukan evaluasi dan bila perlu revisi daftar yang diperlukan dari waktu ke waktu.

2. Diskusikan Konsekuensi Negatif Terlebih Dahulu

Jelaskan konsekuensi negatif bagi yang melanggar aturan untuk anak Anda ke depan. Jelaskan bagaimana Anda akan menegakkan aturan. Diskusikan mengenai tenggat waktu dalam penugasan maupun penanaman disiplin, bentuk hukuman , atau menggunakan konsekuensi logis untuk membantu anak belajar dari kesalahannya.

Buat rencana ke depan mengenai bagaimana menangani perilaku. Memiliki rencana dapat membantu Anda menanggapi masalah perilaku dengan cara yang efektif, bukan dengan berteriak.

3. Lakukan Penguatan Positif

Motivasi anak Anda untuk mengikuti aturan dengan menggunakan penguatan positif. Bila ada konsekuensi negatif untuk sebuah pelanggaran aturan, maka juga harus ada konsekuensi positif untuk tindakan yang mengikuti aturan.

Penguatan postif sederhana seperti memuji anak Anda ketika mengikuti aturan akan dapat membantu mencegah masalah perilaku. Berikan kepada anak Anda perhatian positif untuk mengurangi perilaku ‘cari perhatian’.

Saat anak Anda sedang berjuang dengan masalah perilaku tertentu, sistem reward akan sangat efektif dalam membantu hal ini. Reward sederhana seperti memberi bintang (bisa berbentuk sticker, bintang kertas, atau bahkan sekedar tulisan tanda bintang yang dipampang di white board) bekerja dengan baik untuk anak-anak, sementara reward berupa hadiah barang atau uang dapat efektif dengan anak-anak yang lebih tua. Sistem Reward dapat membantu memperbaiki masalah perilaku cepat.

4. Periksa Alasan Mengapa Anda Membentak

Ketika suatu saat Anda berteriak pada anak Anda, renungkanlah kembali alasannya mengapa. Bila Anda berteriak karena marah, maka pelajari strategi untuk menenangkan emosi Anda sehingga Anda akan bisa menjadi panutan dalam hal mengontrol kemarahan yang baik bagi anak Anda. Ambil waktu untuk mengontrol pikiran menjengkelkan dan tunggu sampai Anda dapat mendisiplinkan anak Anda dengan tenang.

Jika Anda berteriak karena Anda merasa anak Anda tidak didengarkan, mencoba strategi baru yang akan mendapatkan perhatian anak Anda. Memberikan anak Anda konsekuensi negatif akan jauh lebih efektif daripada menaikkan suara Anda.

Akhirnya, jika Anda berteriak karena merasa putus asa, maka kembangkan rencana lanjutan untuk mengatasi perilaku. Seringkali, orang tua berteriak dengan memberikan ancaman kosong namun sebenarnya tidak tahu harus berbuat apa lagi. Hal ini tentu akan tampak oleh anak Anda, dan mereka akan bersikap menyepelekan.

5. Berikan Peringatan

Alih-alih berteriak, memberikan anak Anda peringatan pada saat yang tepat akan jauh lebih efektif. Tentu, jika anak Anda melakukan hal-hal yang membahayakan atau terlarang seperti memukul saudaranya, maka tindakan itu harus diberikan konsekuensi langsung, tanpa peringatan. Namun, jika Anda telah mengatakan kepadanya untuk mengambil mainan dan dia tidak melakukannya segera, maka memberi peringatan akan efektif.

Bentuk peringatan seperti “Jika … maka” merupakan cara efektif untuk memperingatkan anak-anak tentang konsekuensi jika mereka tidak mengikuti arah Anda. Menghitung sampai tiga, adalah cara lain untuk memperingatkan anak-anak tanpa berteriak.

Berteriak sering menyebabkan perebutan kekuasaan. Semakin Anda berteriak anak untuk melakukan sesuatu, semakin dia akan cenderung berperilaku menantang. Namun, memberikan peringatan bahwa Anda berencana untuk menegakkan aturan menunjukkan kepada anak Anda bahwa Anda serius.

6. Penegakkan aturan

Tindaklanjuti dengan konsekuensi jika anak Anda tidak mendengarkan. Hindari omelan atau mengulangi peringatan berulang-ulang. Sebaliknya, menindaklanjuti dengan konsekuensi akan menunjukkan bahwa apa yang Anda katakan benar-benar harus diperhatikan. Jika Anda merasa bahwa konsekuensi yang Anda gunakan ternyata tidak efektif, cobalah konsekuensi yang berbeda waktu berikutnya.

Tegakkan aturan secara konsisten untuk menunjukkan anak Anda bahwa suatu perilaku tertentu tidak dapat diterima. Penegakkan disiplin yang konsisten adalah kunci untuk mengubah perilaku anak menjadi lebih baik.

Prestasi Anak Anda Menurun? Mungkin Ini Penyebabnya

Sebagai orang tua, kita tentu mengharapkan agar anak-anak kita bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Pokoknya, buat masa depan anak, apapun akan diusahakan. Tapi terkadang yang terjadi belum tentu sesuai dengan yang diharapkan.

“Anak saya kok prestasinya gitu-gitu aja ya, malah semakin tertinggal. Padahal sudah dimasukan ke sekolah terbaik, ikut pelajaran tambahan, dipanggilin guru privat ke rumah…. pokoknya semua sudah dicoba. Tapi tetap saja ga berubah. Seperti ga ada semangat belajar. Kenapa ya ?” keluh seorang ibu.

Otak kita merupakan sebuah organ yang luar biasa. Otak kitalah yang mengatur semua aktivitas di tubuh kita, mulai dari fungsi sensorik, motorik, emosi, memori, aktivitas bioritmik, sistem kekebalan tubuh, hingga berfikir dan memutuskan sesuatu.

Para ahli menyatakan, bahwa neokorteks saja, yaitu bagian otak kita yang dipakai untuk berfikir, memiliki sekitar 12 – 15 juta sel saraf atau neuron. Dan masing-masing neuron ini bisa berinteraksi satu sama lain dengan neuron-neuron yang lainnya. Dengan jumlah sel saraf sebanyak ini, maka potensi interaksi yang terjadi di otak kita menjadi sangat luar biasa. Itulah sebabnya, maka para ahli mengatakan bahwa potensi otak manusia normal semuanya sama. Artinya, setiap orang bisa sejenius Albert Einstein, Ibnu Sina, ataupun Habibie. Continue reading →

Ajaib, IQ Gadis Ini Naik 50 Poin Dalam 3 Bulan. Ini Rahasianya.

iq meningkat

Sudah menjadi keyakinan umum bahwa IQ seseorang bersifat tetap atau tidak akan berubah. Tapi ternyata hal ini tidak berlaku bagi Lusi (18 tahun).

Menjadi lama sudah seorang pilot merupakan impian yang diidam-idamkan. Dengan tekad yang bulat ia memutuskan untuk mencoba peruntungannya dengan mendaftar sekolah pilot di DPST Tasikmalaya. Namun apa mau dikata, hasil tes IQ dara asal Lampung ini ini menunjukkan skor 67. Sebuah angka yang jauh dari persyaratan.

Seorang kenalannya kemudian menyarankan Lusi untuk konsumsi BRAINKING PLUS. Antara percaya dan tidak percaya, Lusi pun mencobanya.

Menurut penuturannya, ia membeli BRAINKING PLUS pada hari kamis, dan baru mulai mengkonsumsinya pada hari Jum’at. Keesokan harinya, pada hari Sabtu, mulai ada reaksi. Kepalanya mulai terasa cekot-cekot dan terus berlangsung selama 2 hari. Sang kenalan menganjurkan untuk melanjutkan konsumsi BRAINKING PLUS, namun memperbanyak minum air putih. Alhamdulillah rasa nyeri di kepala itu berangsur-angsur menghilang.

Tes IQ Lusi Meningkat Dari 67 Ke 117

Selang beberapa hari, yaitu hari rabu, Lusi kembali melakukan tes. Di luar dugaan, hasil tesnya membaik menjadi 96.

Melihat perkembangan yang menggembirakan itu, Lusi memutuskan untuk melanjutkan konsumsi BRAINKING PLUS selama 3 bulan seperti yang disarankan.

Selang 3 bulan kemudian, Lusi kembali melakukan tes. Hasilnya di luar dugaan: IQ Lusi meningkat menjadi 117, dan iapun diterima di sekolah yang diidamkannya itu.

Continue reading →

Hati-Hati !! Banyak Mengkonsumsi Gula Bisa Menyebabkan Kerusakan Otak

bahaya gula bagi otak - brainking plus

Siapa sih di antara kita yang tidak mengenal gula? Si putih manis ini memang merupakan bahan makanan favorit bagi banyak orang, terutama anak-anak. Namun tahukah Anda bahwa konsumsi gula dalam jumlah banyak berbahaya bagi otak? Para ilmuwan menemukan bahwa gula ternyata bisa menyebabkan kerusakan otak yang sama besarnya dengan stres berat di masa kecil dan tindak kekerasan anak.

Para peneliti menemukan bahwa konsumsi gula dalam jumlah banyak secara terus menerus selama bertahun-tahun ternyata memicu perubahan pada hippocampus. Yang mengejutkan, perubahan yang terjadi ini ternyata mirip dengan perubahan yang diakibatkan oleh stres.

Hippocampus sendiri adalah sebuah area di otak kita yang sangat erat kaitannya dengan memori. Dengan demikian, gangguan pada hippocampus tentu akan mengakibatkan gangguan memori pula.

Bila kesimpulan ini benar, maka Anda tentu dapat membayangkan betapa besar bahayanya bagi masa depan anak-anak kita bila kita tidak segera mengontrol kesukaan mereka akan gula bukan ?

Penemuan mengenai dampak negatif dari konsumsi gula ini mendorong para ilmuwan mulai melakukan serangkaian penelitian.

Beberapa waktu yang lalu, gula biasanya diasosiasikan dengan penyakit diabetes. Penemuan terbaru memperlihatkan bahaya lain yang tidak kalah hebatnya dari konsumsi gula yang berlebihan, yaitu kerusakan otak.

Apa hasil penelitan mereka dan bagaimana kesimpulannya ?

Baca Selanjutnya >>>