Hati-Hati !! Banyak Mengkonsumsi Gula Bisa Menyebabkan Kerusakan Otak

Kini para pakar kesehatan telah mulai mendorong orang untuk mengurangi asupan gula mereka. Pedoman diet di Inggris dan Amerika Serikat bahkan telah diubah berkaitan dengan adanya bukti ilmiah ini.
WHO merekomendasikan konsumsi sumber energi harian yang berasal dari tambahan gula sebaiknya tidak lebih dari 10 persen, atau setara dengan 50g atau 12 sendok teh sehari.

Selama ini, hubungan antara konsumsi banyak gula dengan obesitas memang telah terdokumentasikan dengan baik, dan kini para ahli mulai mengalihkan perhatian pada bagaimana gula dapat mempengaruhi tubuh dengan cara lain. Dalam sebuah penelitian terbaru, tim dari University of New South Wales di Australia, menemukan gula ternyata dapat merusak otak sebagaimana stres yang ekstrim maupun tindak kekerasan.

Kita semua telah mengetahui bahwa coca cola dan limun bukanlah merupakan hal yang baik bagi keindahan pinggang maupun kesehatan gigi kita. Namun penelitian terbaru telah memperlihatkan sesuatu yang jauh lebih besar dari itu: betapa minuman manis bisa mengakibatkan kerusakan pada otak kita.

Para peneliti mengamati adanya perubahan pada area otak yang mengontrol perilaku emosional dan fungsi kognitif yang lebih luas daripada yang disebabkan oleh stres berat di masa kecil.
Sebagaimana telah diketahui, pengalaman buruk di masa kecil seperti stres berat atau tindak kekerasan anak, akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental dan masalah kejiwaan di kemudian hari.
Berbagai peristiwa traumatik – seperti kecelakaan; menyaksikan orang cedera; berkabung; bencana alam; kekerasan fisik, seksual dan emosional; kekerasan dalam rumah tangga dan menjadi korban kejahatan – yang dialami seorang anak akan menyebabkan peningkatan konsentrasi hormon stres utama, kortisol.
Terdapat juga bukti bahwa penganiayaan anak-anak berhubungan dengan penurunan volume otak, dan bahwa perubahan ini mungkin berhubungan dengan kecemasan.

Para peneliti melakukan percobaan pada tikus untuk memeriksa apakah dampak dari stres di masa kecil terhadap otak bisa diperburuk dengan minum banyak minuman manis setelah tikus disapih.
Karena wanita memiliki kemungkinan yang lebih untuk mengalami peristiwa kehidupan yang buruk, maka mereka memutuskan untuk meneliti tikus betina jenis Sprague Dawley. Tikus-tikus tersebut diberi perlakuan berbeda sampai mereka berusia 15 minggu, dan kemudian otak mereka diperiksa.

Seperti yang kita tahu bahwa stres di masa kecil dapat mempengaruhi fungsi dan kesehatan mental. Maka para peneliti tersebut menguji bagian dari otak yang disebut hippocampus, yang penting untuk memori dan stres.

Empat kelompok tikus dipelajari – kontrol (tanpa stres), tikus yang minum gula, tikus yang terkena stres, dan tikus yang terkena stres yang minum gula.

Para peneliti menemukan bahwa konsumsi gula terus menerus pada tikus yang tidak stres menghasilkan perubahan yang sama di hippocampus seperti yang terlihat pada tikus yang stres tapi tidak minum gula.
Paparan stres di masa kecil dan minum banyak gula menyebabkan ekspresi yang lebih rendah dari reseptor yang mengikat kebanyakan hormon stres kortisol, yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk pulih dari paparan situasi stres.

Salah satu gen yang penting untuk pertumbuhan saraf, Neurod1, juga berkurang oleh gula dan stres.
Gen-gen lain yang penting untuk pertumbuhan saraf juga diselidiki, dan ternyata kebiasaan minum gula sejak kecil mengurangi jumlah gen-gen penting tersebut pula.

Memang penelitian ini tidak mungkin dilakukan pada manusia, namun mekanisme otak ini berlaku pada setiap spesies yang ada. Oleh karena itu, sangat bijak bila kita mulai memperhatikan konsumsi gula, terutama pada anak-anak demi perkembangan otak mereka.

Baca Artikel lain :

Ajaib, IQ Gadis Ini Naik 50 Poin Dalam 3 Bulan. Ini Rahasianya.