• 081387688563
  • 081387688563

Bisa dikatakan, otak merupakan organ tubuh paling penting bagi manusia. Segala aktifitas, baik yang paling sederhana hingga yang paling kompleks, semuanya dapat dikontrol secara sadar maupun tidak dengan adanya otak.

Demi mengoptimalkan fungsi kerja otak serta menjaga kesehatannya, aktifitas yang kita lakukan sehari-hari tentu perlu diperhatikan. Ada aktifitas-aktifitas yang perlu dilakukan, dan ada pula aktifitas-aktifitas atau kebiasaan yang justru sebaiknya dihindari.

Melakukan kebiasaan tertentu demi mengoptimalkan fungsi kerja serta kesehatan otak mungkin sudah menjadi hal yang banyak, bahkan sering dilakukan. Mereka berlomba-lomba melakukan yang terbaik agar lebih baik dalam berpikir, konsentrasi, fokus, dan sebagainya.

Namun sayangnya, kadang kita melupakan satu hal yang tak kalah penting. Terkadang, banyak orang yang kurang memperhatikan kebiasaan-kebiasaan yang sebenarnya sangat merusak otak. Tentu akan percuma saja jika kita melakukan sesuatu yang baik bagi otak, namun tetap “merusaknya” dengan aktifitas tertentu.

Untuk mengantisipasi aktifitas atau kebiasaan-kebiasaan yang merusak otak, sebaiknya kita perlu mengetahui terlebih dahulu kebiasaan apa saja yang berpotensi merusak fungsi kerja dan kesehatan otak kita. Berikut pembahasannya.

#1. Begadang dan Kurang Tidur Jelas Menurunkan Kualitas Fungsi Kerja Otak

Begadang merupakan aktifitas yang sebaiknya dihindari. Alasannya, jika seseorang kurang mendapatkan waktu tidur yang cukup, maka akan mempengaruhi sel-sel dalam otak, bahkan hingga menyebabkan kematian sel-sel tersebut.

Memang benar bahwa otak tidak sepenuhnya beristirahat ketika kita tidur. Akan tetapi, saat kita tertidur, otak dapat menghentikan sejenak aktifitas yang kita lakukan di saat kita dalam keadaan sadar. Itulah sebabnya mengapa kita merasa cepat lelah dan mempunyai mood yang buruk setelah begadang.

Oleh sebab itu, mencukupkan waktu tidur di malam hari adalah hal yang sangat penting. Waktu tidur yang baik bagi orang dewasa adalah sekitar 8 jam per harinya. Akan lebih baik lagi jika kita menyediakan waktu untuk tidur siang, sekalipun itu hanya 10 menit saja.

#2. Meninggalkan Sarapan Pagi Juga Tidak Baik Bagi Otak

Waktu masuk kerja yang terlalu pagi, jam masuk sekolah yang terlalu dini, ditambah lagi dengan kemacetan di jalan yang sulit dihindari, terkadang menjadi alasan utama untuk meninggalkan sarapan di pagi hari.

Padahal, meninggalkan sarapan pagi bukanlah kebiasaan yang bisa disepelekan. Berkat sarapan, energi yang kita butuhkan untuk memulai hari dapat terpenuhi. Lantas apa jadinya jika masalah sarapan diabaikan begitu saja?

Mengkonsumsi makanan sarapan akan meningkatkan kualitas kinerja, memperbaiki kondisi hati, hingga meningkatkan daya tahan terhadap polusi dan penyakit. Sedangkan melewatkannya, akan membuat kita kekurangan energi, sulit berkonsentrasi, dan membawa dampak negatif bagi aktifitas sehari-hari.

#3. Kebiasaan Makan Berlebih Bukanlah Hal yang Baik Bagi Kesehatan Otak

Perlu diketahui, makan dalam porsi berlebih menjadi sumber penyebab akumulasi zat sisa dalam bentuk lemak jahat dan mengerasnya pembuluh darah arteri pada otak. Hal itu akan mempengaruhi penurunan kekuatan mental seseorang.

Sebuah penelitian di  Universitas Vanderbilt pernah mengungkapkan bahwa orang yang mengkonsumsi makanan berlemak secara berlebihan dan terus-menerus sangat berpotensi mengalami kerusakan pada otak.

#4. Merokok Sangat Merusak Otak

Mungkin karena sudah menjadi candu, kebanyakan orang tidak mempedulikan bahaya dari rokok. Tak hanya berbahaya bagi kesehatan paru-paru saja, rokok juga ternyata berbahaya bagi kesehatan otak. Wajar saja mengingat rokok terdiri dari berbagai macam racun yang bervariasi.

#5. Minuman Keras dan Beralkohol Juga Merupakan Perusak Otak dan Tubuh Pengkonsumsinya

Miras, bir, serta minuman beralkohol lainnya merupakan minuman yang sangat merusak kesehatan tubuh orang yang mengkonsumsinya. Alkohol dapat dengan mudah menghancurkan sel-sel saraf, jantung, hati, dan organ penting lainnya.

Lebih dari itu, minuman beralkohol juga memiliki dampak negatif yang amat besar bagi otak. Terlambatnya waktu reaksi hingga gangguan pada memori merupakan salah satu dampak buruk dari minuman “perusak” ini.