Langkah Tepat Atasi Anak Terlambat Bicara – Pusat Penjualan Brainking Plus Indonesia

Sudah Semakin Besar Usianya, Namun Tak Kunjung Bicara Juga. Bagaimana Mengatasinya Ya?

Setiap tumbuh kembang sang buah hati adalah serangkaian proses yang amat dinanti. Melihatnya tumbuh dan berkembang selalu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kita selaku orang tua.

 

Begitu pula saat ia mengucapkan kata pertamanya. Semua orang tua tentunya sangat menantikan momen berharga itu. Bagaimana pun juga, itu merupakan awal cerita bagi anak kita sebelum akhirnya semakin mahir dan fasih dalam berbicara.

 

Sayangnya, terkadang kenyataan tak seindah apa yang kita harapkan. Harapan bahagia itu kemudian berubah menjadi rasa cemas akan tumbuh kembangnya.

Menginjak usia yang seharusnya ia mulai mampu berkata-kata, namun momen itu tak kunjung tiba juga. Apakah ia mengalami keterlambatan dalam berbicara?

Anak Terlambat Bicara, Normal Atau Masalah Serius?

Anak terlambat bicara (speech delay) memang merupakan salah satu masalah perkembangan yang cukup sering dialami. Tak heran banyak orang tua yang khawatir dengan kondisi seperti ini.

Seorang anak dapat dikatakan terlambat bicara apabila ia mulai menginjak usia 2 sampai 3 tahun, namun bicaranya masih belum jelas atau hanya mampu mengucapkan potongan kata saja.

Apa yang menjadi penyebab anak terlambat bicara ternyata cukup beragam. Mulai dari aktifitas yang sering dianggap sepele seperti bermain gadget, menonton tv, komunikasi dari lingkungan yang kurang baik, bahkan hingga masalah serius seperti autisme dan ADHD.

Sampai titik tertentu, terlambat bicara masih dapat dikatakan sebagai sesuatu yang normal. Namun jika kurang waspada dan perhatian, masalah ini dapat menjadi sangat serius bagi tumbuh kembang sang buah hati ke depannya.

Jika Anak Terlambat Bicara, Apa yang Perlu Orang Tua Lakukan?

Memang tidak semua anak terlambat bicara berada dalam kondisi yang sangat serius. Namun kewaspadaan, perhatian, serta penanganan tentu perlu dilakukan agar tak membahayakan masa depan malaikat kecil yang kita cintai bukan?

Ketika gejala terlambat bicara terlihat pada anak kita, sebaiknya orang tua dengan peka segera melakukan penanganan untuknya.

Apa yang harus dilakukan saat anak terlambat bicara? Berikut ini telah kami rangkum tips dan tindakan tepat apa saja yang perlu dilakukan saat anak kita mengalami keterlambatan bicara.

#1. Cek Pendengarannya

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh orang tua saat anak terlambat bicara adalah memeriksa pendengarannya. Hal itu dikarenakan pendengaran merupakan syarat utama agar anak dapat berbicara dengan baik.

 

Kesehatan pendengaran memang sangat mempengaruhi kemampuan anak dalam belajar berbicara. Bagaimana anak bisa memahami kata demi kata, jika pendengarannya saja mengalami gangguan bukan?

#2. Periksa Kontak Matanya

Langkah selanjutnya adalah memeriksa kontak matanya, apakah ia mau menatap pandangan lawan bicara, atau justru cenderung menghindarinya?

 

Kontak mata merupakan hal yang sangat penting. Selain mempengaruhi kemampuannya dalam berbicara, masalah kontak mata ini juga bisa menjadi gejala yang menandakan bahwa anak menderita autisme atau gangguan perkembangan lainnya.

#3. Biarkan Ia Bermain dengan Teman Sebayanya

Manusia adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi dengan sesamanya, sekalipun usianya masih sangat kecil. Melalui hal ini, anak dapat terpicu untuk belajar komunikasi verbal yang tentunya diperlukan saat bermain bersama teman sebayanya.

#4. Ajak Ia Mengobrol Sekalipun Belum Jelas Apa yang Diucapkannya

Sekalipun apa yang diucapkan anak belum dapat dipahami dengan baik, cobalah untuk terus mengajaknya berkomunikasi. Dengan cara ini, kemampuan anak dalam berkomunikasi akan terangsang dan lebih terlatih.

Ajari pula ia bagaimana pengucapan kata yang benar agar tidak salah dalam memahami bahasa. Misalnya seperti “makan” bukan “emam”, “minum” bukan “num”, “susu” bukan “cucu”, “mobil” bukan “obi”, dan lain sebagainya.

#5. Kurangi Gadget dan Televisi

Banyak bermain game, menggunakan gadget, dan menonton televisi mengakibatkan anak pasif dalam berkomunikasi. Jika gejala terlambat bicara terlihat, kebiasaan menggunakan gadget atau menonton televisi harus dihentikan dahulu.

Khawatirnya, tayangan-tayangan yang ada akan semakin menghambat perkembangannya. Mungkin akan sedikit sulit untuk menghentikannya. Tapi demi kebaikan sang anak, kebiasaan ini harus dihentikan sedikit demi sedikit.

#6. Konsultasi Kepada Ahlinya

Saat kita tak paham mengenai masalah yang ada, tentu sebaiknya kita berkonsultasi langsung dengan ahli di bidangnya.

Begitu pun saat anak terlambat bicara. Orang tua perlu berkonsultasi langsung mengenai kondisi sang buah hati kepada dokter, psikolog, atau terapis yang merupakan ahli dalam hal ini.

Dengan begitu, kondisi anak dapat diketahui dengan lebih jelas. Mulai dari apa yang menjadi penyebabnya, tingkat keparahan kondisinya, hingga langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk menangani masalah ini.

#7. Perhatikan Nutrisi Bagi Syaraf Otaknya

Tak sedikit anak terlambat bicara yang sudah menjalani terapi, bahkan mengkonsumsi obat dokter, namun tak kunjung mengalami perkembangan juga. Si buah hati masih saja tak bisa bicara seperti biasanya. Apa penyebabnya?

Tentu saja, hal tersebut sering kali terjadi akibat nutrisi syarafnya yang kurang terpenuhi. Ingat! Bukan sekedar nutrisi, melainkan nutrisi khusus bagi perkembangan syaraf otaknya.

Memenuhi nutrisi untuk perkembangan syaraf otak anak kadang kala kurang diperhatikan. Padahal, bagaimana perkembangannya dapat optimal jika nutrisinya saja tak terpenuhi?

Jika nutrisinya terpenuhi, maka perkembangannya dapat lebih optimal lagi. Dan jika perkembangannya optimal, maka masalah terlambat bicara pada anak tentu akan teratasi.