• 081387688563
  • 081387688563

Mendidik Anak Hiperaktif – ADHD (anak hiperaktif) merupakan suatu kondisi dimana penderitanya mengalami gangguan perkembangan dengan gejala jangka panjang yang di antaranya berupa hiperaktif dan kesulitan untuk fokus pada suatu hal.

Ada tiga syarat seseorang dapat dikatakan sebagai anak hiperaktif atau bukan. Syarat tersebut berupa gejala-gejala utama yang akan dialami oleh penderita hiperaktif. Ketiga gejala tersebut di antaranya adalah inatensi, hiperaktif, dan impulsif.

Gejala-gejala anak hiperaktif perlu dikenali sedini mungkin. Harapannya, dampak yang timbul dari gangguan ini dapat ditekan dan segera mendapat penanganan. Sehingga, mereka tetap dapat menjalani kehidupan layaknya orang-orang normal di usia dewasanya nanti.

Selain itu, anak hiperaktif juga perlu mendapat perlakuan khusus ketika mendidiknya. Karena bagaimana pun juga, kondisi mereka tidak seperti anak-anak pada umumnya. Berikut ini beberapa cara untuk mendidik anak hiperaktif dan ADHD.

Sumber : Www.Avensonline.Org
Sumber : Www.Avensonline.Org

#1. Mendidik Anak Hiperaktif dengan Memastikannya Mempunyai Kegiatan Tambahan

Di luar rutinitasnya sehari-hari, anak penderita hiperaktif sudah sepatutnya memiliki kegiatan tambahan yang bisa mereka nikmati. Dengan begitu, kondisinya yang hiperaktif dapat tersalurkan melalui kegiatan tambahan ini.

Kegiatan tambahan yang bisa dipilih untuk menyalurkan “energinya” tersebut dapat berupa latihan beladiri (karate, merpati putih, pencak silat, wushu, dsb), sepak bola, berenang, atau kegiatan-kegiatan yang banyak melakukan gerakan fisik lainnya.

Kegiatan tambahan tersebut tentu memerlukan usaha maksimal dengan berbagai tantangan yang mungkin terbilang baru bagi sang anak. Selain membuatnya menikmati, kegiatan tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan diri sang anak, terlebih lagi ketika ia membuahkan prestasi di kemudian hari.

Selain itu, kegiatan tambahan tersebut berguna untuk mengarahkan penderita hiperaktif untuk melampiaskan “kekurangan” yang ia miliki pada hal-hal yang positif. Bukan pada hal-hal negatif seperti narkoba, merokok, dan sebagainya.

#2. Mendidik Anak Hiperaktif dengan Mengajarkannya Duduk Tenang di Saat Makan

Anak-anak penderita hiperaktif memang sangat sulit untuk bisa diam dan tenang. Untuk itu, cobalah untuk mencoba mengajarkannya untuk tenang secara perlahan. Misalnya seperti mengajarkannya untuk diam dan tenang di saat makan.

Walaupun pada dasarnya mereka tetaplah anak hiperaktif yang selalu bergerak tanpa henti, namun dengan mendidiknya seperti itu, diharapkan ia dapat mengetahui kapan waktunya ia harus tenang dan kapan ia boleh melampiaskan energinya tersebut.

#3. Mendidik Anak Hiperaktif dengan Membuatnya Selalu Merasa Gembira

Sekalipun ia adalah anak hiperaktif, memiliki hidup yang bahagia tetap menjadi haknya. Penuhilah haknya tersebut dengan memfasilitasi dengan mainan-mainan yang membuatnya senantiasa merasa gembira.

Akan lebih baik lagi jika mainan tersebut dapat membantu tumbuh kembangnya. Mainan seperti itu tentu akan menjadi media bermain sambil belajar. Dengan begitu, mereka akan memahami hal-hal baru melalui apa yang mereka mainkan.

Sama seperti pada poin pertama, memberikannya fasilitas yang nyaman dan membuatnya merasa gembira dapat mengarahkannya untuk melampiaskan energinya yang hiperaktif tersebut pada aktifitas-aktifitas yang positif.

#4. Selektif Dalam Memilih Sekolah Merupakan Bagian Penting Dalam Mendidik Anak Hiperaktif

Memilih sekolah merupakan salah satu bagian penting dalam mendidik anak hiperaktif. Kesalahan dalam memilih sekolah dapat mempengaruhi karakter dan mental sang anak. Sedangkan sekolah yang baik dapat membukakan masa depan yang cerah baginya, sekalipun dia merupakan anak hiperaktif.

Pilihlah sekolah yang memiliki guru-guru dengan pemahaman yang baik menganai psikologi anak. Guru-guru seperti itu tentu lebih paham bagaimana mendidik anak hiperaktif agar merasa senang dalam belajar dan bergaul selama di sekolah.

Perhatikan pula kondisi siswa-siswa di sekolah tersebut. Sekolah dengan lingkungan yang baik, teman-teman yang memberikan contoh karakter positif, serta tidak membuat penderita hiperaktif merasa dikucilkan karena kekurangannya merupakan sekolah yang layak dipilih.