Mengenali Gejala Anak Autis Sejak Dini

Sebagai orang tua, memperhatikan tumbuh kembang anak adalah hal yang sudah sepatutnya dilakukan. Ada baiknya kita mempelajari gejala-gejala yang timbul jika ada gangguan perkembangan pada buah hati kita. Misalnya seperti memahami gejala anak autis.

Autis atau autisme merupakan salah satu bentuk gangguan tumbuh kembang pada anak yang terbilang kompleks. Perkembangan syaraf akan terganggu dan mempengaruhi kemampuannya dalam berinteraksi, bertingkah laku, serta berkomunikasi.

Mengetahui gejala-gejala autis pada anak perlu dilakukan sedini mungkin. Dengan begitu, sebagai orang tua, kita dapat segera melakukan penanganan selagi gangguan ini masih dapat ditangani. Harapannya, anak tersebut masih dapat dioptimalkan tumbuh kembangnya, atau setidaknya gejala anak autis yang dialaminya dapat ditekan.

Ciri Umum dan Gejala Anak Autis

Sumber : Www.Sittercity.Com
Sumber : Www.Sittercity.Com

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Autisme merupakan gangguan perkembangan yang mempengaruhi anak dalam kemampuan berinteraksi, prilaku, serta komunikasi. Oleh sebab itu, gejala-gejala yang timbul pun tidak akan jauh dari 3 hal tersebut.

Ada cukup banyak gejala autisme yang dapat diketahui. Berikut ini merupakan beberapa gejala anak autis yang cukup umum dan sering terjadi.

#1. Gejala Anak Autis Dalam Hal Komunikasi

Akibat gangguan perkembangan yang dialaminya, anak penderita autisme memiliki gangguan dalam berkomunikasi. Penderita autisme biasanya berbicara dengan intonasi yang datar, terkesan kaku, dan terkadang menggunakan bahasa baku. Seolah-olah mereka tidak dapat mengungkapkan ekspresi yang mereka rasakan sendiri.

Menurut data yang ada, 4 dari 10 anak penderita autis hanya mampu mengucapkan beberapa kata saja atau tidak bisa sama sekali. 2 Hingga 3 anak mampu mengucapkan beberapa kata pada usia 12-18 bulan, kemudian kehilangan kemampuannya. Sedangkan sisanya baru mampu berbicara saat mencapai usia tertentu.

#2. Gejala Anak Autis Dalam Tingkah Laku

Anak penderita autis biasanya memiliki tingkah laku yang terlihat cukup aneh. Di antaranya adalah terdapat suatu pola yang diulang-ulang dalam prilakunya. Mereka akan merasa terganggu apabila terjadi perubahan pada rutinitasnya.

Salah satu contoh yang cukup sering terjadi pada anak autis adalah menyusun benda. Sering kali, mereka sangat gemar menyusun atau menumpukkan benda-benda yang sebenarnya tak ada gunanya. Namun mereka sangat terobsesi pada aktifitas seperti itu.

#3. Gejala Anak Autis Dalam Berinteraksi Sosial

Anak-anak autis terlihat seperti memiliki dunianya sendiri. Mereka tidak terdorong untuk berinteraksi dan bersosial dengan lingkungannya. Mulai dari sebatas merasa canggung ketika berkumpul, mengeluarkan perkataan yang menyinggung orang lain, hingga benar-benar memisahkan diri dari kehidupan bersosial.

Saat diajak berkomunikasi, penderita autis akan menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya. Selain itu, mereka juga tidak menyukai bergaul dengan teman-teman seusianya dan lebih memilih bermain seorang diri.

#4. Gejala Anak Autis Dalam Kepekaan Terhadap Lingkungan

Bukan hanya tidak memiliki kemampuan dalam berinteraksi sosial, anak-anak autis juga tidak memiliki empati terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk memahami perasaan orang lain.

Akan tetapi, kemampuan berempati ini masih dapat diatasi melalui terapi. Mereka perlu dilatih perlahan-lahan supaya lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya dan lebih mempertimbangkan perasaan orang lain.

#5. Gejala Anak Autis Dalam Perkembangannya

Anak penderita autis sering kali terlihat tidak seimbang dalam tumbuh kembangnya. Dalam beberapa hal, mereka akan terlihat dapat berkembang dengan sangat cepat. Namun dalam hal lainnya, mereka justru akan terlihat sangat lamban.

Salah satu kasus yang cukup sering terjadi adalah perbandingan perkembangan intelektual dengan perkembangan bicaranya. Dalam bidang intelektual, mereka sangat cepat menguasainya. Namun dalam berkomunikasi, mereka akan cenderung tampak tidak mengalami perkembangan.