• 081387688563
  • 081387688563

Sebagai orang tua, kita tentu mengharapkan agar anak-anak kita bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Pokoknya, buat masa depan anak, apapun akan diusahakan. Tapi terkadang yang terjadi belum tentu sesuai dengan yang diharapkan.

“Anak saya kok prestasinya gitu-gitu aja ya, malah semakin tertinggal. Padahal sudah dimasukan ke sekolah terbaik, ikut pelajaran tambahan, dipanggilin guru privat ke rumah…. pokoknya semua sudah dicoba. Tapi tetap saja ga berubah. Seperti ga ada semangat belajar. Kenapa ya ?” keluh seorang ibu.

Otak kita merupakan sebuah organ yang luar biasa. Otak kitalah yang mengatur semua aktivitas di tubuh kita, mulai dari fungsi sensorik, motorik, emosi, memori, aktivitas bioritmik, sistem kekebalan tubuh, hingga berfikir dan memutuskan sesuatu.

Para ahli menyatakan, bahwa neokorteks saja, yaitu bagian otak kita yang dipakai untuk berfikir, memiliki sekitar 12 – 15 juta sel saraf atau neuron. Dan masing-masing neuron ini bisa berinteraksi satu sama lain dengan neuron-neuron yang lainnya. Dengan jumlah sel saraf sebanyak ini, maka potensi interaksi yang terjadi di otak kita menjadi sangat luar biasa. Itulah sebabnya, maka para ahli mengatakan bahwa potensi otak manusia normal semuanya sama. Artinya, setiap orang bisa sejenius Albert Einstein, Ibnu Sina, ataupun Habibie.

Lalu mengapa ada orang yang ‘otaknya encer’ alias bisa cepat belajar, sementara ada juga yang sebaliknya ?

Saat kita berfikir atau melakukan sesuatu, terjadi interaksi ribuan bahkan mungkin jutaan neuron di otak kita dalam satu satuan waktu. Interaksi yang terjadi ini tentu saja membutuhkan energi. Ibarat mobil, otak kita juga membutuhkan bahan bakar sebagai sumber energi untuk bisa beroperasi. Jika hanya satu atau dua neuron yang berinteraksi, mungkin energi yang dibutuhkan tidak seberapa besar. Namun bagaimana dengan interaksi dari jutaan sel neuron? Tentu sangat besar bukan?

Proses belajar merupakan proses yang membutuhkan energi yang luar biasa besar. Saat kita belajar, otak kita membuat ribuan bahkan jutaan koneksi antar neuron yang baru. Proses ini tidak bisa dilakukan sekali, namun dilakukan berulang-ulang hingga koneksi tersebut lancar. Anda bisa bayangkan, betapa berat pekerjaan otak anak kita di sekolah, yang secara terus menerus menerima pelajaran dari pagi hingga siang, bahkan sore hari. Bahkan, setelah itu beberapa anak masih harus menghadapi pelajaran tambahan. Maka energi yang dibutuhkan otak anak kita juga jadi luuaaaarrr biasa besarnya.

Lalu apa yang terjadi bila energi yang diberikan tidak cukup? Kira-kira jawabannya akan sama dengan mobil yang kehabisan bahan bakar: mogok.

Tidak Semua Sama

“Anak saya sudah biasa minum vitamin otak, tapi kok tidak banyak perubahan…” kata seorang ibu. Lagi-lagi jawabannya bisa kita ibaratkan dengan mobil yang punya spesifikasi tertentu. Kebanyakan mobil modern membutuhkan pertamax untuk bisa berjalan dengan baik. Lalu bagaimana kalau bahan bakarnya diganti dengan premium? Pada sebagian mobil yang kompresinya tidak terlalu tinggi, menggunakan premium masih bisa dilakukan namun tentu dengan mengorbankan efisiensi mesin: mesin lebih cepat panas dan tenaganya berkurang. Namun pada mobil-mobil terbaru yang kompresinya tinggi, mempergunakan premium akan membuat mobil jadi neglitik, kehilangan tenaga dan bahkan bisa merusak mesin.

Anak zaman sekarang memang berbeda dengan zaman dahulu. Arus informasi membanjiri otak anak-anak kita setiap saat, memaksa otak mereka untuk terus bekerja. Dan hal itu masih ditambah lagi dengan beban pelajaran yang semakin meningkat, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Ibarat mesin mobil, mesin anak-anak kita sekarang sudah memiliki spec bahan bakar pertamax, bukan lagi premium.

Jadi, alasan mengapa banyak anak-anak yang mengkonsumsi nutrisi atau vitamin otak prestasinya tetap tidak meningkat adalah karena kandungannya tidak memenuhi standar yang dibutuhkan anak. Karena itu, agar otak anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, maka perlu diberikan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan. Sayangnya, memang nutrisi yang khusus dan benar-benar sudah teruji memang tidak banyak, dan salah satu di antaranya adalah Brainking Plus.

Brainking Plus merupakan nutrisi khusus untuk memperbaiki dan mengoptimalkan fungsi otak dan saraf tepi. Produk ini merupakan hasil peneltian Dr. Irfan Buchori selama belasan tahun dan telah digunakan oleh ribuan orang dengan hasil sangat memuaskan.

Chandra Dewanata
Chandra Dewanata

Adalah Chandra, putra Dr. Irfan sendiri yang menjadi salah satu bukti nyata khasiat Brainking Plus. Saat berusia 2 tahun, Chandra dideteksi mengalami gangguan perkembangan otak yang dikenal dengan istilah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), yang membuatnya tidak bisa fokus dan cenderung hiperaktif.

Demi masa depan anak, setiap orang tua tentu akan melakukan apa saja bukan?  Dan itulah yang terjadi dengan Dr. Irfan Buchori. Demi mendapatkan kesembuhan bagi putranya inilah beliau rela melakukan riset selama belasan tahun tanpa mengenal lelah. Dan kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil yang sungguh luar biasa. Tidak hanya sekedar sembuh, pada usia 17 tahun Chandra berhasil lulus SMA dengan predikat terbaik se-Tangerang Selatan, diterima di 3 perguruan tinggi, dan bahkan menguasai bahasa Inggris dan bahasa Jepang tanpa kursus.

Chandra tidak sendirian. Saat ini, begitu banyak testimoni mengenai keajaiban Brainking Plus. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di manca negara.

Baca juga :

Ajaib, IQ Gadis Ini Naik 50 Poin Dalam 3 Bulan. Ini Rahasianya.

Ingin Potensi Otak Anda Melejit ? Ini Solusinya

 

***** HATI-HATI PRODUK PALSU, JANGAN TERGIUR HARGA MURAH *****

Kami adalah agen resmi Brainking Plus, sehingga terjamin keasliannya

brainkingplus

==================================================

UNTUK PEMESANAN BRAINKING PLUS SILAHKAN HUBUNGI :
[php]cb_tampilkan_sponsor()[/php]
==================================================