Sejarah Brainking Plus Hingga Akhirnya Bisa Menjadi Nutrisi Otak Nomor Satu di Indonesia

Sejarah Brainking Plus – Saat ini, Brainking Plus sudah dikenal sebagai herbal terbaik untuk menangani berbagai masalah kesehatan, terlebih lagi dalam penanganan gangguan-gangguan otak dan saraf seseorang.

Beragam manfaat yang diperoleh dari produk ini bukan sebatas hasil penelitian semata, melainkan telah dibuktikan dengan ribuan, bahkan jutaan testimoni yang ada. Mulai dari meningkatkan kecerdasan, hingga menangani masalah autisme, semuanya berhasil ditangani berkat kehendak-Nya melalaui Brainking Plus.

Namun tentunya, untuk memperoleh keberhasilan yang luar biasa ini, Brainking Plus telah melewati perjalanan panjang dan memakan waktu bertahun-tahun lamanya. Hingga akhirnya, Brainking Plus telah dipercayai sebagai “ahlinya” dalam menangani berbagai masalah otak dan saraf.

Lalu seperti apa sejarah Brainking Plus selama ini? Mulai dari proses penemuannya hingga menjadi Brainking Plus yang dikenal seperti saat ini. Untuk itu, kami sengaja menuliskan artikel mengenai sejarah Brainking Plus ini, agar lebih meyakinkan Anda mengenai betapa dahsyatnya produk kami.

Sejarah Brainking Plus Ada Berkat Dr. Irfan Buchari Phd

Dr. Irfan yang Memulai Sejarah Brainking Plus
Sumber : Www.Otaksuper.Com

Sebenarnya, siapa sih tokoh di balik penemuan Brainking Plus? Tentunya beliau bukanlah orang biasa bukan? Seseorang yang telah menemukan sebuah formula ajaib ini dan berhasil mencerahkan masa depan jutaan anak bangsa atas gangguan kesehatan yang mereka alami.

Beliau dikenal sebagai Dr. Irfan Buchari Phd. Dr. Irfan Buchari Phd merupakan seorang putra bangsa yang lahir di Sumatera. Beliau juga dikenal sebagai pakar kesehatan, spesialis nutrisi otak, dan ahli farmakologi di Indonesia.

Dr. Irfan Buchari termasuk karakter orang yang giat dalam mendalami ilmu pengetahuan di bidangnya. Jenjang pendidikan yang telah beliau lewati pun tidak main-main. Beliau telah melewati proses pendidikan yang panjang sebelum akhirnya bisa menjadi seperti ini.

Jenjang pendidikan yang Dr. Irfan Buchari Phd dalami antara lain:

  1. Universitas Trisakti Fakultas Kedokteran.
  2. Universitas Gajah Mada (UGM) Mendalami Spesialis Nutrisi Otak Manusia.
  3. University of Malacca Malaysia di Bidang Farmakologi.
  4. Menyelami Bidang Herbalis di 3 Negara, Yakni Jepang, China, dan Jerman.

Sejarah Brainking Plus Dimulai Karena Faktor dari Anaknya Sendiri

Chandra, anak dari Dr. Irfan Buchari Pdh divonis menderita ADHD sejak usia 2 tahun. Sebagai seorang dokter yang memang pakar di bidang ini, Dr. Irfan paham betul efek samping yang akan muncul apabila buah hatinya ini ditangani menggunakan obat-obatan kimia.

Melihat kondisi anaknya tersebut, Dr. Irfan tidak putus asa begitu saja. Beliau percaya bahwa masih ada harapan demi masa depan anaknya yang lebih cerah, tanpa mengabaikan kondisinya dan juga tanpa merelakan anaknya mengkonsumsi obat-obatan yang merusak masa depannya.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Dr. Irfan berinisiatif untuk mencari solusinya sendiri. Beliau memutuskan untuk meracik sebuah formula yang terbuat dari bahan-bahan alami dan aman dikonsumsi demi menyelamatkan masa depan anaknya sendiri.

Sejarah Brainking Plus Telah Melalui Proses Penelitian Panjang

Mengingat tujuan awal Brainking Plus dibuat demi buah hatinya, Dr. Irfan tentu tidak akan sembarangan dalam meraciknya. Beliau rela menghabiskan waktunya untuk melakukan sebuah penelitian panjang untuk memperoleh formula Brainking Plus ini.

Poin ini juga yang pada akhirnya menjadi keunggulan Brainking Plus jika dibandingkan dengan produk-produk lainnya. Di saat produk lain hanya melihat kebutuhan pasar, lalu memproduksi massal tanpa melakukan penelitian panjang, Brainking Plus justru sebaliknya. Itulah yang menyebabkan kualitas Brainking Plus jauh lebih unggul dari produk-produk lainnya.

Penelitian yang Dr. Irfan lakukan dilakukan sedemikian cermat dan teliti, bahkan hingga memakan waktu belasan tahun dalam menyempurnakannya. Setelah formulanya pertama kali ditemukan dan diujikan kepada anaknya sendiri, beliau masih tetap melakukan penyempurnaan demi memperoleh hasil yang sempurna pula.

Hasil dari Perjalanan Panjang Sejarah Brainking Plus

Hasil yang mengagumkan tercipta berkat usaha yang menakjubkan. Melalui formula Brainking Plus yang terus dikembangkan oleh ayahnya, kondisi Chandra semakin terbantu. Ia perlahan semakin tenang dan akhirnya menjadi seorang anak yang berprestasi.

Pada usianya yang ke tujuh belas, Chandra telah tumbuh menjadi anak yang sangat cerdas, padahal ia terlahir sebagai penderita ADHD. Di saat anak-anak penderita ADHD lainnya kehilangan harapan, Chandra justru memperoleh hasil yang sangat membanggakan.

Prestasi Chandra semakin terbukti di saat kelulusannya. Chandra memperoleh nilai Ujian Nasional SMA terbaik se-Tangerang Selatan. Lebih dari itu, ia juga diterima di 3 Perguruan Tinggi Negeri ternama (STAN, UI, dan UGM) dan menguasai bahasa Inggris serta Jepang tanpa mengikuti kursus.

Pada akhirnya, Brainking Plus diputuskan untuk diproduksi massal. Harapannya, semakin banyak penderita autis, ADHD, down syndrome, dan anak-anak berkebutuhan lainnya yang terbantu seperti Chandra.