Mendidik Anak Hiperaktif dan ADHD Demi Masa Depannya yang Lebih Baik

mendidik anak hiperaktif

Mendidik Anak Hiperaktif – ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) merupakan suatu kondisi dimana penderitanya mengalami gangguan perkembangan dengan gejala jangka panjang yang di antaranya berupa hiperaktif dan kesulitan untuk fokus pada suatu hal.

Ada tiga syarat seseorang dapat dikatakan sebagai anak hiperaktif atau bukan. Syarat tersebut berupa gejala-gejala utama yang akan dialami oleh penderita hiperaktif. Ketiga gejala tersebut di antaranya adalah inatensi, hiperaktif, dan impulsif. Lanjutkan membaca →

Brainking Plus, Solusi Pengobatan Cerebral Palsy Pada Anak

Pengobatan Cerebral PalsySolusi Pengobatan Cerebral Palsy Pada Anak Paling Ampuh – Menyadari akan gejalanya, juga melakukan penanganan serta pengobatan Cerebral Palsy tentu perlu dilakukan sesegera mungkin. Hal itu perlu dilakukan sebelum tingkat keparahan penyakit ini semakin berat dan menyebabkan ia semakin sulit ditangani.

Pengertian Cerebral Palsy (Lumpuh Otak)

Cerebral Palsy lebih akrab dikenal dengan sebutan Lumpuh Otak. Penyakit ini merupakan suatu kondisi dimana otak dan sel saraf mengalami gangguan perkembangan sehingga mempengaruhi fungsi kerja otak, laju belajar, kemampuan berpikir, pengelihatan, pendengaran, serta kinerja otot penderitanya.

Tidak semua penderita Cerebral Palsy mengalami tingkat keparahan yang serupa. Tingkat keparahan penyakit ini dapat berbeda-beda. Sebagian mengalami kondisi yang cukup ringan, dan tak sedikit pula yang mengalami kondisi yang sangat berat.

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama dari Cerebral Palsy. Beberapa ahli mengatakan bahwa Cerebral Palsy dapat terjadi akibat adanya penyakit, infeksi kesehatan pada ibu hamil, cedera otak pada saat bayi dalam kandungan atau saat melahirkan, akibat bayi terlahir prematur, dan faktor-faktor lainnya.

Ciri-ciri dan Gejala Cerebral Palsy (Lumpuh Otak)

Sebelum kita membahas pengobatan cerebral palsy, mari kita lihat dulu apa ciri-cirinya. Ada beberapa ciri dan gejala yang bisa dideteksi jika seorang anak menderita gangguan Cerebral Palsy ini. Sering kali, ciri dan gejala Cerebral Palsy akan mulai terlihat sebelum penderitanya berusia 3 tahun. Berikut beberapa ciri dan gejalanya.

#1. Penderita Cerebral Palsy Tidak Mampu Menggerakkan Bagian Tubuh Tertentu (Lumpuh)

Anak-anak yang menderita Cerebral Palsy tidak mampu mengkoordinasikan atau menggerakan anggota tubuh tertentu dengan baik. Contohnya seperti tidak mampu berdiri dengan tegak saat seharusnya sudah mampu berdiri, tidak mampu mengangkat kepalanya sendiri, dan sebagainya.

#2. Penderita Cerebral Palsy Mengalami Kesulitan Dalam Melakukan Aktifitas Fisik Tertentu

Anak-anak yang menderita Cerebral Palsy juga akan mengalami kesulitan saat melakukan beberapa aktifitas fisik tertentu yang seharusnya dapat dilakukan dengan mudah dan dengan sendirinya. Misalnya seperti kesulitan ketika buang air, kesulitan saat makan, atau bahkan kesulitan dalam bernafas.

#3. Penderita Cerebral Palsy Memiliki Kemampuan Kognitif yang Rendah

Sering kali, anak-anak penderita Cerebral Palsy memiliki kemampuan kognitif yang rendah. Akan tetapi ini bukanlah ciri mutlak, sebab beberapa anak penderita Cerebral Palsy dapat tumbuh dan berkembang dengan kemampuan kognitif yang normal.

#4. Penderita Cerebral Palsy Mempunyai Otot yang Kaku atau Sangat Lunglai

Otot-otot pada bagian tertentu, seperti kaki dan bagian lainnya akan terasa kaku. Begitu pula dengan tonus otot yang juga terasa kaku atau justru sebaliknya menjadi sangat lunglai. Sedangkan refleks otot masih normal atau bisa berlebih.

#5. Penderita Cerebral Palsy Mengalami Keterlambatan Dalam Tumbuh Kembangnya

Selain memiliki gangguan pada masalah otot, anak-anak penderita Cerebral Palsy juga mempunyai masalah dalam hal tumbuh kembangnya. Perkembangan otak, sel saraf, dan motoriknya terhambat sehingga sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

Pengobatan Cerebral Palsy (Lumpuh Otak)

Brainking Plus, Solusi Pengobatan Cerebral Palsy
Brainking-Indonesia.Com

Dalam dunia medis, obat-obatan kimia untuk pengobatan Cerebral Palsy masih belum ditemukan. Obat-obatan kimia hanya diberikan sebatas untuk mengurangi gejalanya semata. Namun di sisi lain, obat-obatan kimia jelas akan memberikan banyak dampak negatif, terutama bagi masa depan sang anak.

Oleh karena itu, BRAINKING PLUS hadir sebagai solusi. Jawaban bagi jutaan anak-anak penderita Cerebral Palsy dan Anak Berkebutuhan Khusus lainnya. BRAINKING PLUS satu-satunya pilihan yang terbukti aman dan paling efektif dalam menangani masalah perkembangan otak dan saraf.

Tidak seperti obat-obatan kimia yang berdampak buruk bagi masa depan sang anak, BRAINKING PLUS dibuat dari 100% herbal pilihan yang aman dikonsumsi. BRAINKING PLUS telah menyelamatkan masa depan jutaan anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk dalam pengobatan Cerebral Palsy.

5 jenis Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Yang Berkaitan Dengan Gangguan Pada Perkembangan Otak dan Syarafnya

Jenis Anak Berkebutuhan Khusus yang Terganggu Perkembangan Otaknya

Jenis Anak Berkebutuhan Khusus Berkaitan Dengan Perkembangan Otak – Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah suatu kondisi dimana seorang anak membutuhkan perhatian khusus yang lebih menyeluruh dan spesifik oleh lingkungan sekitarnya. Anak Berkebutuhan Khusus memiliki gangguan dalam tumbuh kembangnya, sehingga ia tampak berbeda dengan anak-anak normal kebanyakan.

Pada tahun 2015 lalu, jumlah Anak Berkebutuhan Khusus di Indonesia menyentuh angka 1,6 jiwa. Data tersebut tersimpan dalam Data Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud. Diperlukan pemahaman dan penanganan yang baik demi menemukan solusi terbaik.

Tidak selalu berbeda dari segi fisik semata, Anak Berkebutuhan Khusus juga bisa terlihat lain dari segi emosional, mental, bahkan sosial. Karena itu, Anak Berkebutuhan Khusus membutuhkan pendidikan khusus untuk membantu perkembangannya.

Jenis-jenis Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang Memiliki Gangguan Perkembangan Pada Otak dan Syarafnya

Anak Berkebutuhan Khusus dapat digolongkan menjadi beberapa jenis. Setiap jenis gangguan Anak Berkebutuhan Khusus mempunyai ciri dan gejalanya masing-masing. Berikut beberapa jenis Anak Berkebutuhan Khusus yang memiliki gangguan perkembangan pada otak dan syarafnya.

#1. Autis atau Autisme

Autis atau Autisme merupakan salah satu jenis gangguan pada syaraf yang permasalahannya sangat kompleks. Ia ditandai dengan beberapa gejala seperti kesulitan dalam berkomunikasi, berinteraksi, bersosial, serta tingkah laku yang terbatas.

#2. Asperger Disorder (AD)

Pada dasarnya, Asperger Disorder (AD) ini termasuk ke dalam kategori autisme, dimana penderita akan mengalami kesulitan yang sama dalam berkomunikasi, berinteraksi, bersosial, serta perilakunya. Hanya saja, ia cenderung lebih ringan jika dibandingkan dengan autisme yang dikenal sebagai High-fuctioning autism.

Salah satu perbedaan antara Asperger Disorder (AD) dengan autisme terletak pada kemampuan berbahasanya. Ketimbang penderita autisme, anak-anak yang mengalami Asperger Disorder (AD) memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik.

Walaupun begitu, penderita Asperger Disorder (AD) tidak bisa disebut baik dalam berkomunikasi. Intonasi bicaranya tampak datar, wajahnya kurang berekspresi, dan sering kali ia hanya akan berbicara mengenai hal-hal yang ia minati saja.

#3. Rett’s Disorder (Sindrom Rett)

Rett’s Disorder atau Sindrom Rett merupakan gangguan perkembangan pada fisik, mental, dan sosial yang muncul pada usia balita. Sindrom ini menyerang anak-anak yang sebelumnya normal, namun seiring perkembangannya, ia malah mengalami kemunduran.

Koordinasi motoriknya semakin menurun seiring dengan menurunnya kemampuan bersosial. Salah satu gejalanya ialah dimana seorang anak kehilangan kemampuan berbahasanya secara tiba-tiba. Anak Berkebutuhan Khusus jenis ini didominasi oleh anak perempuan.

#4. Attention Deficit Disorder with Hyperactive (ADHD) atau Hiperaktif

Di Indonesia, ADHD lebih dikenal dengan sebutan anak hiperaktif. Namun perlu diketahui sebelumnya, bahwa tidak semua anak hiperaktif menderita ADHD. Sedangkan penderita ADHD sudah pasti tergolong anak hiperaktif.

Anak Berkebutuhan Khusus jenis ini sangat sulit untuk diam dan tenang. Penderita ADHD selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya, bergerak-bergerak, atau memainkan benda-benda. Mereka sangat tidak bisa diam, sekalipun itu hanya 5 atau 10 menit saja.

Konsentrasi dan fokus anak penderita ADHD sangat mudah pecah. Mereka tidak mampu berkonsentrasi dengan baik, cepat bingung, pikirannya kacau, dan tidak mempedulikan perintah atau arahan dari orang-orang di sekitarnya.

#5. Cerebral Palsy (Lumpuh Otak)

Cerebral Palsy atau lumpuh otak merupakan gangguan pada otot, gerakan, atau bahkan postur tubuh akibat adanya perkembangan yang tidak normal, cedera atau kerusakan pada otak (brain injury).

Kerusakan otak yang ada biasanya sudah terjadi sejak masa kehamilan. Namun gejalanya baru akan tampak ketika sang anak masih dalam keadaan bayi atau bahkan usia pra sekolah. Kerusakan pada otak yang terjadi akan mempengaruhi fungsi kerja motorik.

Brainking Plus Solusi Terbaik Pengobatan Autisme

Dalam istilah kedokteran, autis atau autisme dikenal dengan istilah Autism Spectrum Disorder (ASD). Autis merupakan suatu kelainan dimana perkembangan sel saraf anak mengalami gangguan. Sehingga ditandai dengan keterbatasan dalam berkomunikasi, interaksi, serta tingkah lakunya sehari-hari.

Di Indonesia sendiri, pada tahun 2010 lalu, terdapat sekitar 2.400.000 orang yang mengidap autisme dari 237.500.000 penduduk Indonesia. Dalam kata lain, hampir 1 persen masyarakat Indonesia merupakan pengidap autisme.

Oleh karena itu, sangat penting untuk senantiasa mewaspadai gejala autisme sejak usia dini. Terlambat sedikikt saja dalam penanganan autisme dapat berakibat fatal terhadap masa depan sang buah hati.

Gejala-gejala Autis biasanya akan mulai terlihat ketika seorang anak memasuki usia ketiganya. Gejala-gejala autisme yang akan tampak biasanya dicirikan dengan komunikasi yang kurang baik, jarang berinteraksi, atau sering melakukan aktifitas berulang.

Solusi Penanganan Serta Pengobatan Autisme

Pengobatan Autis
www.breakthrough-generation.com

Betul adanya bahwa autisme tidak bisa disembuhkan dengan obat farmasi. Bidang kedokteran belum menemukan obat-obatan kimia yang mampu menyembuhkan autisme. Terlebih lagi kelainan ini tidak bisa dikategorikan sebagai penyakit.

Namun Anda tak perlu khawatir. Bukankah sangat tidak masuk akal apabila Tuhan yang Maha Adil menciptakan suatu masalah tanpa memberikan jalan keluarnya? Walaupun autisme tidak bisa disembuhkan dengan obat-obatan kimia, namun kelainan ini tetap bisa diatasi.

Beberapa cara penanganan autisme yang bisa dilakukan antara lain ialah sebagai berikut:

#1. Pengobatan Biomedik dan Obat-obatan

Pengobatan biomedik merupakan cara penanganan autisme menggunakan obat-obatan kimia dari dokter. Teknik pengobatan seperti ini tidak menyembuhkan, hanya sebatas mengurangi gejala akibat autis yang diderita. Karena seperti yang kita ketahui, belum ada obat dokter yang bisa menyembuhkan autisme.

Selain keefektifannya yang kurang baik, pengobatan biomedik seperti ini juga memiliki banyak efek samping. Pengobatan seperti ini akan sangat mempengaruhi masa depan penderita autis. Terlalu beresiko bagi anak-anak penderita autis yang masih di bawah umur.

#2. Terapi Perilaku dan Komunikasi

Terapi perilaku dan komunikasi merupakan teknik penanganan autisme yang lebih aman ketimbang pengobatan biomedik. Namun pemilihan terapi seperti ini tidak akan memperbaiki kerusakan atau gangguan pada perkembangan saraf anak penderita autisme dan membutuhkan waktu yang lama.

Perlu diketahui, tujuan dari terapi perilaku dan komunikasi adalah membangun tingkah laku anak agar lebih terstruktur. Selain itu, terapi ini juga akan meningkatkan kemampuan anak penderita autis dalam berkomunikasi dan berinteraksi.

Terapi perilaku dan komunikasi meliputi beberapa jenis, di antaranya adalah terapi ABA (Applied Behavior Analysis), terapi okupasi, terapi wicara, terapi sosial, terapi fisik, terapi bermain, dan yang terakhir adalah terapi perkembangan.

#3. Konsumsi Brainking Plus

Brainking Plus disebut-sebut sebagai pelopor nutrisi otak di Indonesia. Produk yang sangat efektif dalam menangani autisme serta berbagai masalah otak dan saraf lainnya ini merupakan temuan anak bangsa dan telah dikenal sebagai nutrisi otak terbaik yang pernah ada.

Dari sekian banyak cara penanganan autisme, Brainking Plus-lah yang menjadi solusi terbaik dalam menangani masalah autisme. Selain itu, Brainking Plus dibuat dari olahan berbagai macam bahan alami yang aman dikonsumsi, sehingga tidak memiliki efek samping.

Selama lebih dari 10 tahun Brainking Plus berdiri, produk ini telah mengalami banyak sekali penyempurnaan. Dan selama itu pula, Brainking Plus telah mendapatkan banyak sekali testimoni positif dalam menangani autisme serta masalah gangguan otak lainnya.

Jutaan anak penderita autisme telah terbantu dengan kehadiran Brainking Plus. Khasiat yang terbukti dan keamanan yang terjamin menjadi alasan mengapa produk ini sangat layak dipilih untuk menangani masalah autisme.

Tidak hanya autisme, Brainking Plus juga sangat berguna dalam menangani berbagai masalah otak lainnya. Mulai dari hiperaktif, ADHD, Cerebral Palsy (lumpuh otak), down syndrome, mengobati berbagai penyakit, bahkan hingga mampu meningkatkan kecerdasan.